“ABCDE” Mengelola Keuangan Ala Pelajar

Oleh : Umi Fathonah Rubiyatin,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, IBARAT pepatah Jawa yang mengatakan jer basuki mawa beya, artinya segala sesuatu pasti memerlukan biaya, demikian pula halnya dengan pelajar/siswa. Banyaknya kebutuhan seorang pelajar baik dari segi kuntitas maupun kualitas memerlukan pengelolaan yang baik dan terencana. Menjamurnya foodcourt, kuliner, aneka jajanan yang bisa dipesan melalui aplikasi online semakin menambah jumlah dan ragam barang yang dikonsumsi. Semua fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka itu membuat sebagian pelajar kurang bisa mengontrol keuangan mereka. Untuk itu diperlukan pengelolaan keuangan yang baik agar pelajar kita mampu berperan sebagai seorang manager keuangan, minimal untuk diri pribadi dan keluarganya saat ini.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan pelajar/siswa dalam hal mengatur dan mengelola keuangan mereka. Secara ringkas metode tata kelola keuangan pelajar tersebut dijabarkan melalui beberapa langkah yang diformulakan melalui teknik berikut :

Alokasikan pendapatan (uang saku) sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan. Sebagian besar pelajar masih belum dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena ketidaktahuan ini menyebabkan mereka asal membelanjakan (menghabiskan) uang sakunya. Padahal kebutuhan dan keinginan memiliki konsep yang berbeda. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sifatnya tidak bisa ditunda. Sedangkan keinginan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang sifatnya bisa ditunda.

Baca juga:   Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik

Buat skala prioritas kebutuhan. Kebutuhan pelajar tentu saja beragam mulai dari peralatan sekolah, buku pelajaran, baju seragam, sepatu, uang jajan, kuota, dan masih banyak lagi. Apalagi dengan fasilitas dan kemudahan belanja melalui aplikasi online saat ini mereka dapat dengan mudah memenuhi kebutuhannya. Keterbatasan keuangan menuntut mereka harus membuat skala prioritas. Artinya mendahulukan kebutuhan primer daripada kebutuhan sekunder atau tersier, dan mendahulukan kebutuhan sekarang daripada kebutuhan yang akan datang. Seorang pelajar harus dapat memilah dan memilih diantara sekian banyak kebutuhannya tersebut mana yang harus didahulukan mana yang bisa ditunda.

Catat pengeluaran. Tak ada salahnya membuat catatan pengeluaran/daftar belanja minimal selama seminggu yang sudah berlalu. Karena dari sanalah kita akan tahu selama kurun waktu tersebut adakah pos-pos pengeluaran kita yang tidak semestinya tidak ada menjadi ada. Seandainya memang ada maka hal yersebut akan menjadikan lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan kita di masa yang akan datang.

Disiplin. Tahapan-tahapan di atas yang sudah kita lalui tidak akan ada artinya apabila yang kita lakukan hanya bersifat sementara. Artinya dalam mengelola keuangan diperlukan kedisiplinan, mengingat kebutuhan pelajar akan berlangsung terus berlangsung selama pelajar tersebut masih bersekolah.

Baca juga:   Wallikut Potret Akhir Cara Mudah Menghitung HPP

Evaluasi rutin. Mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap pengelolaan diperlukan agar pelajar dapat menilai pos-pos pengeluaran mana saja yang harus dikurangi, sehingga tidak akan timbul istilah besar pasak daripada tiang, arinya lebih besar pengeluarannya daripada pemasukannya.

Dengan melakukan hal-hal yang telah diuraikan di atas, seperti yang diterapkan di MAN 1 Gunungkidul, diharapkan pelajar mampu menjadi seseorang yang memiliki jiwa managerial yang baik di bidang keuangan. Sifat dan karakter managerial sangat dibutuhkan mengingat pelajar memiliki tugas yang berat di masa mendatang sebagai generasi penerus bangsa. Di pundak merekalah tanggung jawab negara ini sepenuhnya, sehingga jika pelajar memiliki jiwa managerial yang baik tentu saja mereka akan lebih mudah menjalankan tugas dan kewajibannya. (bw1/zal)

Guru Ekonomi MAN 1 Gunungkidul

Author

Populer

Lainnya