Serunya Belajar Sikap Rendah hati dengan Metode Picture and Picture

Oleh: M. Arif Abdurrahman, S. Pd. I., M. Pd

spot_img

RADARASEMARANG.ID, BAGAIMANA mengajar yang menyenangkan sering menjadi kesulitan guru dalam melakukan pembelajaran. Pembelajaran yang menyenangkan tidak hanya persoalan materi yang mudah misalnya pelajaran ilmu pengetahuan sosial, namun semua mata pelajaran sebetulnya memiliki karakteristik pengetahuan yang menarik untuk dipecahkan oleh siswa. Sering dijumpai penyebabnya metode yang tidak sesuai, pendekatan yang tidak tepat, media pembelajaran yang tidak menarik dan materi diajarkan dengan tehnik ceramah. Mengajar menjadi tantangan tersendiri, penulis juga menjumpai siswa yang mengantuk, bosan dan bermain kesana kemari saat guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas IV SD Kwayangan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Penulis dalam praktik pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode picture and picture pada mater sikap rendah hati. Metode ini menurut penulis mampu membuat siswa merasa senang dan tidak membosankan.

Metode picture and picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan diurutkan menjadi urutan logis. Model pembelajaran picture and picture merupakan sebuah model dimana guru menggunakan alat bantu atau media gambar untuk menerangkan sebuah materi atau memfasilitasi siswa untuk aktif belajar. Dengan menggunakan alat bantu atau media gambar, diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan fokus yang baik dan dalam kondisi yang menyenangkan. Sehingga apapun pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik dan mampu meresap dalam hati, serta dapat diingat kembali.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Aritmatika Sosial dengan Game Worldwall

Adapun Langkah langkah pembelajaran picture and picture adalah sebagai berikut pertama, Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Di langkah ini guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi Kompetensi Dasar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Dengan demikian maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang harus dikuasainya. Kedua, Menyajikan materi sebagai pengantar. Guru menunjukan gambar –gambar berkaitan sikap rendah hati, gambar yang bisa didownload dari berbagai sumber, misalnya seorang turun dari mobil kemudian turun membantu seorang wanita tua yang sedang kesulitan membawa barang belanjaannya, dari sini guru memberikan momentum permulaan pembelajaran. Karena guru dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian siswa yang selama ini belum siap.

Ketiga, Guru menunjukan gambar-gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi. Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Dalam perkembangakan selanjutnya sebagai guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti gambar dengan video yang diambil dari youtube.
Keempat, Guru menunjuk siswa secara bergantian mengurutkan gambar-gambar cerita sikap rendah hati menjadi urutan yang mencapai pemahaman mater secara logis. Di langkah ini guru harus dapat melakukan inovasi, karena penunjukan secara langsung kadang kurang efektif dan siswa merasa terhukum. Salah satu cara adalah dengan undian, sehingga siswa merasa memang harus menjalankan tugas yang harus diberikan. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutan, dibuat, atau dimodifikasi.

Baca juga:   Asyiknya Bermain Kartu Wayang Tingkatkan Prestasi Siswa Belajar Bahasa Jawa

Kelima, Guru menanyakan dasar pemikiran urutan gambar tersebut. Setelah itu ajaklah siswa menemukan rumus, tinggi, jalan cerita, atau tuntutan KD dengan indikator yang akan dicapai. Dari urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.Dalam proses diskusi dan pembacaan gambar ini guru harus memberikan penekanan-penekanan pada hal ini dicapai dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui bahwa hal tersebut penting dalam pencapaian KD dan indikator yang telah ditetapkan. Terakhir, guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pelajaran.

Penulis mencatat kelebihan model pembelajaran picture and picture antara lain Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari. Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada. Dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, sebab guru menanyakan alasan siswa mengurutkan gambar. (fbs2/zal)

Guru PAI SDN Kwayangan Kedungwuni

Author

Populer

Lainnya