NHT Aktifkan Siswa dalam Belajar Sistem Koordinat

Oleh : Rustinah S.Pd.SD

spot_img

RADARASEMARANG.ID, Matematika merupakan salah satu muatan pelajaran yang kurang diminati sebagian besar siswa. Padahal matematika memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan tercapainya masyarakat yang cerdas dan bermartabat melalui sikap kritis dan berpikir logis. Siswa beranggapan pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit. Siswa jarang mengaitkan permasalahan matematika dengan kehidupan nyata dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada materi sistem koordinat. Permasalahan yang dihadapi penulis yaitu siswa pasif karena hanya mendengarkan ceramah dalam menyampaikan materi sistem koordinat sehingga siswa merasa bosan.

Siswa hanya terpaku pada penulis dan buku saja. Siswa kurang termotivasi dalam belajar dan belum belajar secara aktif. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi siswa kelas VI SDN 02 Siwalan dibutuhkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik mengikuti pembelajaran materi sistem koordinat.

Agar pembelajaran yang dilakukan efektif, penulis berusaha melaksanakan pembelajaran materi sistem koordinat di kelas 6 SDN 02 Siwalan pada Kompetensi Dasar (KD) 3.1 yaitu “menggunakan koordinat cartesius dalam menjelaskan posisi relatif benda terhadap acuan tertentu,” dengan cara melibatkan siswa secara aktif. Proses pembelajaran akan terasa menyenangkan jika tercipta suasana belajar yang dapat mengaktifkan siswa untuk belajar.

Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Salah satunya model pembelajaran Number Heads Together (NHT). Model pembelajaran ini dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi gagasan dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Selain meningkatkan kerja sama, model pembelajaran ini akan berdampak positif terhadap motivasi dalam belajar sistem koordinat. Siswa akan berusaha memahami konsep-konsep tentang koordinat cartesius dan memecahkan permasalahan tentang posisi relatif benda dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang disajikan penulis. Saat ini, siswa termotivasi dalam kegiatan belajar, maka siswa akan berusaha mencari ide-ide baru yang berkaitan dengan materi sistem koordinat. Siswa dalam satu kelompok yang heterogen saling bertukar pikiran satu sama lain terhadap materi yang sedang mereka pelajari.

Baca juga:   Materi Penjumlahan Lebih Mudah dengan Abakus

Model pembelajaran NHT adalah model pembelajaran yang dikembangkan oleh Spencer Kagan yang dirancang agar seluruh siswa lebih mampu menguasai materi yang disampaikan dan meningkatkan kemampuan akademik. Siswa diajak menelaah dan mengukur pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Menurut Kagan dalam Nusyamsi dan Corebima (2016:50), model pembelajaran NHT secara tidak langsung melatih siswa untuk berbagi informasi, mendengarkan dengan seksama, dan berbicara dengan perhitungan, sehingga siswa menjadi lebih produktif dalam belajar.

Adapun langkah-langkah pembelajaran NHT, diawali dengan Numbering. Penulis membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil. Setelah kelompok terbentuk, penulis mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh tiap-tiap kelompok. Kemudian penulis memberikan kesempatan kepada tiap kelompok untuk menemukan jawaban. Pada kesempatan ini, tiap kelompok menyatukan kepalanya “Head Together” berdiskusi memikirkan jawaban atas pertanyaan dari penulis. Langkah berikutnya, penulis memanggil siswa yang memiliki nomor yang sama dari tiap-tiap kelompok. Mereka diberi kesempatan memberi jawaban atas pertanyaan yang telah diterima dari penulis. Hal ini dilakukan secara berulang hingga semua siswa dengan nomor yang sama dari masing-masing kelompok mendapat giliran memaparkan jawaban atas pertanyaan penulis. Berdasarkan jawaban-jawaban setiap anggota kelompok, penulis dapat mengembangkan diskusi lebih mendalam. Dengan demikian, siswa dapat menemukan jawaban pertanyaan sebagai pengetahuan yang utuh.

Baca juga:   TTSM Alternatif Penilaian Pengetahuan Matematika Peserta Didik

Penulis menyimpulkan bahwa dengan model pembelajaran NHT, terjadi interaksi antarsiswa melalui diskusi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Siswa sama-sama memperoleh manfaat melalui aktivitas belajar kooperatif dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam diskusi kelompok sehingga siswa aktif dan suasana kelas menjadi hidup. (ce2/ida)

Guru SDN 02 Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya