Etika Berkomunikasi dalam Layanan Konseling

Oleh : Eti Puji Astuti, S.Pd

spot_img

RADARASEMARANG.ID, Etika adalah suatu norma aturan yang dipakai sebagai pedoman dalam berperilaku di masyarakat bagi seseorang terkait dengan sifat baik dan buruk. Secara etimologis, kata etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethicos” yang artinya simbol dari suatu kebiasaan.

Setelah virus covid -19 melanda Indonesia, semua sektor mengalami perubahan kebijakan, khususnya di sektor pendidikan. Semua pelayanan di seluruh penjuru tanah air terutama di daerah yang berstatus zona merah tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Dinamika proses belajar di rumah ini memunculkan banyak spekulasi dan keluhan. Keterbatasan pengetahuan orangtua, terhambatnya jaringan internet terutama di daerah pelosok, ketidakmampuan membeli kuota, bahkan ada yang tidak memiliki telepon seluler menjadi hambatan tersendiri yang menjadi PR besar pemerintah dan kita bersama.

Perbedaan yang paling signifikan adalah guru tidak lagi menjadi orang tua kedua bagi peserta didik di sekolah, karena pembelajaran dilakukan di rumah. Maka dari itu 80 % proses pembelajaran dilakukan bersama orang tua atau pendamping di rumah. Tetapi bukan berarti guru kehilangan perannya. Hendaknya kita sebagai orang tua tetap harus membimbing dan mengajarkan anak-anak kita untuk selalu menghormati guru. Dalam materi layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 1 Rembang juga disampaikan tentang etika yang harus diperhatikan di dalam proses pembelajaran jarak jauh. Misalnya dalam hal berkomunikasi dengan guru via daring, bisa via sosial media seperti WhatsApp group, Skype, Zoom meeting dan sosial media lainnya.

Baca juga:   Dengan Bimbingan Konseling, Peserta Didik Mampu Atasi Masalah

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi secara daring seperti : Jika mau bertanya atau menyapa hendaklah mengucapkan sala terlebih dahulu. Gunakanlah bahasa yang mudah dipahami dan sopan, baik dalam tulisan maupun intonasi suara jika via telfon atau video call. Tidak bertele-tele tapi langsung pada poin utama. Tidak menghubungi atau mengechat di jam istirahat. Jika hendak menelepon atau video call hendaknya minta izin terlebih dahulu via chat. Mengerjakan tugas-tugas yang guru instruksikan. Mengonfirmasi atau memberitahu kepada guru apabila tidak dapat hadir pembelajaran jarak jauh dan apabila ada keterlambatan kehadiran juga pengumpulan tugas-tugas.

Memang tidaklah mudah untuk mengubah kebiasaan yang turun temurun dijalani. Tiba-tiba harus berubah menjadi kebiasaan normal baru. Butuh kerjasama dari semua pihak baik dari orang tua, peserta didik, tenaga pengajar dan semua elemen masyarakat agar pendidikan tetap berjalan dan khususnya bagi semua pelajar harus selalu menjunjung tinggi budi pekerti dan etika terhadap guru.

Saat ini pembelajaran daring menjadi solusi paling terdepan untuk melakukan sebuah pembelajaran di sektor pendidikan. Para peserta didik harus mengikuti pembelajaran daring agar tidak tertinggal materi yang disampaikan oleh guru. Pembelajaran melalui komunikasi tatap muka dengan komunikasi bermedia sangat berbeda. Hal ini dikarenakan tidak hadirnya secara utuh tanda-tanda nonverbal. Interaksi secara tatap muka akan mendapatkan umpan baliksecara langsung, dapat melihat apakah seseorang berperilaku sesuai nilai, norma atau berperilaku sesuai etika. Sedangkan melalui media ada jarak yang menyebabkan etika dan perilaku tidak terlihat secara nyata. Sisi positif yang bisa diambil dari pembelajaran di masa pandemi covid -19 ini ialah kembalinya peran orang tua sebagai madrasah belajar bagi anak. (fbs2/ton)

Baca juga:   Penyalahgunaan Internet Rusak Norma Pelajar

Guru BK SMP Negeri 1 Rembang Purbalingga

Author

Populer

Lainnya