PS Tingkatkan Keterampilan Menyimak Cerita

Oleh : Heni Susilowati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN Bahasa Indonesia di sekolah dasar mempunyai peranan yang sangat Strategis mengingat tujuannya adalah memberikan bekal kemampuan dasar Baca-Tulis- Hitung, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya . Peranan pengajaran bahasa Indonesia itu semakin tegas utamanya bila dihubungkan dengan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di bidang pendidikan termasuk sekolah dasar (Kristiantari(2011:70-71).

Keterampilan berbahasa merupakan sesuatu yang penting untuk dikuasai setiap orang, karena setiap orang akan saling berhubungan dengan orang lain dengan cara berkomunikasi. Dengan bahasa seseorang dapat menyampaikan ide, perasaan, pikiran, dan informasi kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Sedangkan kemampuan menyimak adalah kemampuan untuk memahami dan menafsirkan pesan yang disampaikan secara lisan oleh orang lain. Menyimak sangatlah penting dalam kehidupan manusia, karena melalui kegiatan menyimak, kita dapat mengetahui beberapa informasi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (Iskandar wassid dan Sunendar, 2011:227).

Berdasarkan pengalaman pembelajaran secara langsung, menyimak cerita kelas VI SDN 2 Tegalrejo Ngadirejo masih rendah. Hal ini dikarenakan selama proses pembelajaran berlangsung, belum menggunakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Terkadang guru terlalu cepat dalam menyampaikan materi. sehingga siswa kurang tertarik dan kurang bersemangat dalam mengikuti pelajaran bahasa Indonesia terutama dalam menyimak cerita. yang mengakibatkan minat belajar siswa rendah.

Baca juga:   Menghidupkan Cerita Fantasi Siswa dengan Pokar

Berdasarkan uraian diatas, untuk mengatasi permasalahan pembelajaran maka, kami menggunakan model pembelajaran Paired Storytelling (PS) atau bercerita berpasangan. Model pembelajaran ini dapat digunakan pada semua keterampilan berbahasa baik keterampilan menyimak, menulis, berbicara, dan membaca. Model ini juga dapat diterapkan disemua tingkatan kelas. Huda (2012:151-152) menjelaskan Paired Storytelling dikembangkan sebagai pendekatan interaktif antara siswa pengajar, dan materi pelajaran. Model ini menggabungkan menulis, mendengarkan, dan berbicara.

Pembelajaran model Paired Storytelling dapat dilakukan dengan cara: siswa dibagi menjadi dua kelompok, guru menyampaikan topik yang akan disampaikan hari ini, guru membagi satu bahan cerita menjadi dua bagian, `bagian pertama cerita diberikan kepada pembaca kelompok pertama sedangkan pembaca kelompok kedua menerima bagian cerita yang kedua, kelompok pertama membacakan cerita, kelompok kedua menyimak, kemudian nanti bergantian, setelah cerita selesai dibacakan, siswa saling menukarkan kata kunci yang diperoleh secara berpasangan, kata kunci setiap bagian cerita dicatat, tiap-tiap siswa menuliskan cerita yang mereka simak berdasarkan kata kunci yang dicatat, kemudian siswa menjawab soal, siswa mengumpulkan jawaban soal dan cerita yang telah mereka susun.

Baca juga:   Menumbuhkan Perilaku Hidup Sehat melalui Pembelajaran PJOK Berbasis Video

Pembelajaran model Paired Storytelling sangat sesuai untuk diterapkan dalam menyimak, karena mempunyai beberapa kelebihan antara lain: meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, setiap siswa mempunyai kesempatan lebih banyak untuk berkontribusi dalam kelompoknya, interaksi dalam kelompok mudah dilakukan. (Lie 92004:46). Selain memiliki kelebihan, model pembelajaran ini juga memiliki kekurangan yaitu banyak kelompok yang perlu dimonitor karena kelompok berpasangan. Mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara guru harus selalu membimbing dan mengawasi jalannnya diskusi kelompok.

Dengan menggunakan model Paired Storytelling dalam pembelajaran keterampilan menyimak cerita, pembelajaran dapat dilaksanakan dengan nuansa yang menyenangkan karena siswa lebih berani dan percaya diri dalam berbicara di depan teman-temannya. Siswa dituntut untuk memahami dan menguasai materi pelajaran serta terampil untuk menceritakan kembali bahan cerita yang telah disimak atau didengar dan juga dapat memberi ketertarikan dalam suasana menyenangkan. Hal ini dilihat dari nilai siswa yang semakin meningkat. (bp2/zal)

Guru SDN 2 Tegalrejo Ngadirejo

Author

Populer

Lainnya