Belajar Peristiwa Proklamasi dengan Role Playing

Oleh: Al Hikmah, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan proses membelajarkan siswa yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara sistematis agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran secara aktif, efektif, dan efisien. Pembelajaran merupakan sesuatu yang kompleks, artinya segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran harus merupakan sesuatu yang sangat berarti baik ucapan, pikiran maupun tindakan.

Kenyataan umum yang dapat dijumpai di Sekolah Dasar menunjukkan bahwa sebagian besar pembelajaran IPS diberikan secara klasikal dengan model pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran konsep.Pembelajaran lebih bersifat hafalan dan di dominasi guru tanpa banyak melihat kemungkinan penerapan model lain yang sesuai dengan jenis materi, bahan dan alat yang tersedia.
Pembelajaran IPS di kelas 6 SDN Srondol Wetan 06 semester 1 materi Peristiwa Proklamasi, belum menggunakan model pembelajaran yang bervariasi. Guru masih berperan aktif dan mendominasi pembelajaran. Siswa lebih banyak duduk diam dan mendengarkan,mencatat materi yang disampaikan guru.

Untuk mengubah pembelajaran IPS menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, seru dan menyenangkan diperlukan model pembelajaran yang mengedepankan proses belajar dan mengutamakan aktivitas menyenangkan siswa di dalam kelas. Salah satu metode tersebut adalah model pembelajaran Role Playing (bermain peran). Model RolePplaying merupakan suatu model pembelajaran yang mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran, penguasaan bahan pelajaran berdasarkan pada kreatifitas siswa dalam bermain peran, namun tidak keluar dari bahan ajar.

Baca juga:   SSPS Hindu-Buddha dengan Model Outdoor Learning Berbasis Perkemahan Sejarah

Hamalik (2004: 214) mengemukakan bahwa model bermain peran (Role Playing) adalah model pembelajaran dengan cara memberikan peran-peran tertentu kepada siswa dan mendramatisasikan peran tersebut ke dalam sebuah pentas. Bermain peran (Role Playing) adalah salah satu model pembelajaran interaksi sosial yang menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar secara aktif dengan personalisasi. Fatmawati (2015) mengutarakan bahwa role playing adalah model pembelajaran yang menuntut siswa untuk mempertunjukan sebuah karakter peran yang berdasar pada skenario yang sudah diciptakan. Misi utama dari role playing adalah untuk mencapai kompetensi dasar yang sudah ditetapkan dalam pembelajaran.

Penggunaan model Role Playing menjadikan siswa pribadi yang imajinatif, mempunyai minat luas, mandiri dalam berfikir, ingin tahu, dan percaya diri serta mampu meningkatkan kerja sama. Selain itu, siswa dapat melatih, memahami dan mengingat bahan materi yang akan disampaikan atau didramakan sesuai denga gaya bahasa dan gaya belajar siswa.

Adapun langkah-langah penggunaan Role Playing pada materi Peristiwa Proklamasi adalah pertama, guru dan siswa menyiapkan bahan belajar berupa topik yang akan dibahas. Kedua, guru membagi siswa menjadi dua kelompok yang natinya bergantian menjadi pemeran dan pengamat. Ketiga, guru dan siswa mengidentifikasi dan menetapkan peran-peran berdasarkan kedudukan dan tugas masing-masing. Keempat, menyusun tahap-tahap bermain peran, dalam hal ini guru telah membuat dialog atau skenario, namun siswa dapat menambahkan dialog sendiri yang sesuai dengan materi. Kelima, guru membantu siswa dalam melaksanakan permainan peran. Keenam, guru dan siswa melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pelaksanaan model Role Playing Ketujuh, pengambilan kesimpulan berkaitan dengan materi dari peran yang dimainkan.

Baca juga:   Bagaimana Pembelajaran Daring Sejarah di Masa Pendemi Covid 19?

Dengan diterapkannya model pembelajaran Role Playing Materi Peristiwa Proklamasi di kelas VI SDN Srondol Wetan 06 Semarang siswa lebih bersemangat, tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran. Masing-masing siswa dapat memainkan peran sebagai tokoh yang terlibat dan memahami materi dengan baik. Terjadi peningkatan hasil belajar, tidak ada nilai siswa kurang dari KKM yang ditetapkan. (bp2/bas)

Guru Kelas VI SD Negeri Srondol Wetan 06 Semarang

Author

Populer

Lainnya