Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Dengan PBL

Oleh : Turipah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KENYATAAN di lapangan, masih banyak proses pembelajaran teacher oriented. Alur pembelajaran yang rutin dilakukan adalah guru ceramah, peserta didik mendengar, menghafalkan dan diakhiri ulangan. Alur pembelajaran ini membuat peserta didik pasif dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menyebabkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik SMP Negeri 2 Kesesi pada mata pelajaran Prakarya rendah.

Untuk meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran Prakarya, penulis menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Adalah suatu model pembelajaran yang dilakukan dengan cara guru membagi kelompok untuk menyelesaikan masalah penerapan metode PBL memiliki beberapa kelebihan antara lain membuat peserta didik aktif berpikir, berbicara, dan menyelesaikan masalah.
Dalam kegiatan pembelajaran, aktivitas fisik dan mental harus saling menunjang agar diperoleh hasil yang maksimal. Dari pengertian para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar dalam penelitian ini adalah kegiatan yang dilakukan peserta didik secara sadar dalam setiap kegiatan pembelajaran yang dapat mengakibatkan perubahan pengetahuan atau kemahiran pada peserta didik tersebut.

Hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai berkat adanya usaha dan fikiran sehingga ada perubahan perilaku ke arah yang positif dan berguna bagi hidupnya. Belajar akan lebih berhasil bila respon peserta didik terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang dan kepuasan.

Baca juga:   Belajar Materi Perubahan Sosial Berbasis Masalah

Untuk menciptakan rasa senang pada saat proses pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa lebih suka membangun pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai melalui berbagai aktivitas. Mereka akan termotivasi jika guru merancang strategi yang melibatkannya untuk melakukan aktivitas yang dapat meningkatkan kompetensi dan hasil belajarnya.

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan hasil belajar adalah sesuatu yang dicapai berkat adanya usaha dan pikiran sehingga ada perubahan perilaku ke arah yang positif dan berguna bagi hidupnya. Proses perubahan perilaku yang sengaja direncanakan ini disebut dengan proses belajar. Belajar akan lebih berhasil bila respon peserta didik terhadap suatu stimulus segera diikuti dengan rasa senang dan kepuasan.

Untuk menciptakan rasa senang pada saat proses pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa lebih suka membangun pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai melalui berbagai aktivitas. Mereka akan termotivasi jika guru merancang strategi yang melibatkannya untuk melakukan aktifitas yang dapat meningkatkan kompetensi dan hasil belajarnya.

Menurut Kamdi (2007:77) model PBL didefinisikan model pembelajaran yang di dalamnya melibatkan siswa untuk berusaha memecahkan masalah dengan melalui beberapa tahap metode ilmiah sehingga diharapkan siswa dapat akan memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah.

Baca juga:   Asyiknya Menulis Puisi dengan Model Pembelajaran STAD

PBL merupakan pendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berpikir tingkat tinggi, pembelajaran ini membantu peserta didik untuk memroses informasi yang sudah jadi dalam benaknya dan menyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dan sekitarnya. Dengan PBL peserta didik dilatih menyusun sendiri pengetahuannya, mengembangkan keterampilan memecahkan masalah. Selain itu, dengan pemberian masalah autentik, peserta didik dapat membentuk makna dari bahan pelajaran melalui proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan.

Setelah diterapkan dengan model PBL keberhasilan belajar peserta didik dapat diketahui dari tercapainya tujuan yang diukur dari kemampuan daya serap siswa terhadap bahan pengajaran yang telah diajarkan serta dari terjadinya perubahan tingkah laku sesuai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. (bp1/ida)

Guru Prakarya SMP Negeri 2 Kesesi

Author

Populer

Lainnya