Siswa Aktif dan Hasil Belajar Meningkat dengan Active Learning

Oleh : Turah Winarni, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Peningkatan kemampuan mengajar seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan. Karena mengajar bukanlah soal kegiatan rutin dan mekanis. Dalam mengajar terkandung kegiatan menganalisis kebutuhan siswa, mengambil keputusan apa yang harus dilakukan, merancang pembelajaran yang efektif dan efesien. Mengaktifkan siswa melalui motivasi instrinsik dang ekstersik, menganalisis hasil belajar, serta merevisi pembelajaran berikutnya agar lebih efektif guna meningkatkan prestasi belajar siswa.

Salah satu jalan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan model pembelajaran active learning. Active learning merupakan kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif. Active learning meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Khususnya pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Kesesi.

Active learning merupakan langkah cepat menyenangkan, mendukung dan secara pribadi menarik hati. Sehingga peserta didik tidak hanya terpaku di tempat duduk, bergerak leluasa dan berfikir keras (moving about and thingking aloud).

Pembelajaran IPA dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa secara optimal. Model pembelajaran active learning mampu memberikan kesempatan kepada siswa berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuannya untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan peningkatan hasil belajar kognitif siswa SMP Negeri 2 Kesesi setelah diterapkan model active learning.

Baca juga:   Perilaku Konsumsi Siswa Dipengaruhi Teman Sebaya

Di samping itu pembelajaran aktif (active learning) juga dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa/anak didik agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.

Silberman (dalam Trianto, 2011) dalam aplikasi strategi pembelajaran aktif dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu bagaimana membantu siswa aktif sejak awal, misalnya strategi membangun, penilaian mendadak, dan keterlibatan langsung. Bagaimana membantu siswa untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang aktif,misalnya strategi pembelajaran kelas, diskusi kelas, kolaborasi, dan peer teaching. Bagaimana membuat pembelajaran yang tidak terlupakan, misalnya review, penilaian diri, dan perencanaan masa depan.

Adapun kelemahan pembelajaran ini adalah keterbatasan waktu yang disediakan untuk pembelajaran sudah ditentukan sebelumnya, sehingga akan terputus menjadi dua atau lebih pertemuan. Waktu yang digunakan untuk persiapan kegiatan akan bertambah. Kelas yang mempunyai jumlah peserta didik yang relatif banyak akan mempersulit terlaksananya kegiatan pembelajaran dengan active learning.
Kegiatan diskusi tidak akan dapat memperoleh hasil yang optimal. Keterbatasan materi, peralatan serta sumber daya. Hambatan terbesar adalah keengganan pendidik untuk mengambil berbagai risiko. Di antaranya risiko peserta didik tidak akan berpartisipasi, menggunakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi atau mempelajari isi yang sampai selesai.

Baca juga:   Berkawan dengan Media Sosial untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA

Berikut ini merupakan beberapa kelebihan pembelajaran aktif (active learning) : mengajak siswa belajar bertanggung jawab terhadap pembelajaran dan pendidikan mereka sendiri. Meningkatkan minat dan tantangan bagi guru karena mereka akan banyak belajar pula mengenai hal-hal baru. Dan mereka tak sekadar bergantung pada metode ceramah, serta tak jarang mereka harus berimprovisasi secara kreatif. Kelas yang berukuran besar (dengan jumlah siswa yang banyak) dapat lebih dipersonalisasikan dengan belajar/bekerja secara berpasangan.

Mengembangkan sistem dukungan sosial kepada siswa. Menjamin terciptanya atmosfer yang positif bagi siswa untuk belajar dan bekerja dalam kelompok atau tim. Sehingga dapat sebagai wahana untuk menyiapkan mereka ketika terjun nantinya ke dunia nyata. Mengembangkan masyarakat belajar dan keterampilan-keterampilan sosial dalam belajar kelompok. Menggugah siswa untuk mencari bantuan dan menerima tutor sebaya dari kawan-kawan sekelasnya. Pembelajaran aktif memungkinkan guru melakukan asesmen yang bervariasi. (bp1/lis)

Guru IPA SMP Negeri 2 Kesesi

Author

Populer

Lainnya