Kegembiraan Siswa Kelas VI dalam Belajar IPS melalui Model Pembelajaran Make A Match

Oleh :Wiri,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Materi pelajaran IPS sebagian besar bersifat hafalan. Belajar dengan cara menghafal kurang efektif, karena pengetahuan yang dimiliki anak akan cepat hilang. Oleh karena itu diperlukan cara belajar yang lebih efektif, yaitu cara belajar yang menjadikan pengetahuan melekat lebih lama.

Problem yang dihadapi siswa kelas VI SDN 03 Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan pada KD 3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN mupel IPS adalah pada saat penilaian harian nilai anak-anak sebagian besar kurang bagus.

Untuk itu penulis menerapkan model pembelajaran make a match pada KD tersebut. Model pembelajaran menurut Joyce & Weil dalam Huda (2013:73) adalah rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, mendesain materi-materi instruksional, dan memandu proses pengajaran di ruang kelas atau di setting yang berbeda.

Model pembelajaran make a match (mencari pasangan) dikembangkan oleh Lorn Curran pada 1994. Pada model ini siswa diminta mencari pasangan dari kartu (Aqib Zainal :2013, 23).

Menurut Tarmizi dalam Novia (2015:12) model pembelajaran make a match artinya siswa mencari pasangan, setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban) lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang.

Baca juga:   Lingkungan sebagai Sumber Belajar IPS

Langkah-langkah model pembelajaran make a match adalah sebagai berikut: Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban); Setiap siswa mendapat satu kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang;

Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal atau kartu jawaban); Siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu, diberi poin; Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.

Adapun tahapan-tahapan pelaksanaan model pembelajaran make a match adalah sebagai berikut: guru membagi siswa menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan. Kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu-kartu berisi jawaban. Kelompok ketiga berfungsi sebagai kelompok penilai. Aturlah posisi kelompok-kelompok tersebut sedemikian rupa sehingga berbentuk U.

Jika masing-masing kelompok telah berada di posisi yang telah ditentukan, maka guru membunyikan peluit sebagai tanda agar kelompok pertama dan kedua bergerak mencari pasangan masing-masing sesuai pertanyaan atau jawaban yang terdapat di kartunya.

Baca juga:   Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab Siswa melalui Penjas

Pasangan yang telah terbentuk wajib menunjukkan pertanyaan dan jawaban kepada kelompok penilai. Kelompok penilai membaca apakah pasangan pertanyaan jawaban itu cocok. Setelah penilaian selesai dilakukan, aturlah sedemikian rupa kelompok pertama dan kelompok kedua bersatu kemudian memposisikan dirinya menjadi kelompok penilai.

Sementara kelompok penilai pada sesi pertama dibagi menjadi dua kelompok. Sebagian anggota memegang lembar pertanyaan dan sebagian lagi memegang lembar jawaban, kemudian posisikan mereka seperti huruf U. Guru kembali membunyikan peluitnya kemudian pemegang kartu pertanyaan dan jawaban bergerak mencari pasangannya. Maka setiap pasangan menunjukkan hasil kerja kepada penilai.

Kelebihan model pembelajaran yang penulis terapkan adalah mampu menciptakan suasana aktif dan menyenangkan; Materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa;
Dengan model pempelajaran make a match ini ternyata anak-anak lebih antusias dalam belajar, suasana kelas menjadi hidup. Anak-anak kelihatan senang, semuanya aktif dan saling bekerja sama. Cara belajar seperti ini menjadikan anak tidak mudah lupa dengan apa yang dipelajari, karena mereka menemukan sendiri. (bp1/lis)

Guru SDN 03 Rogoselo, Kec. Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya