Problem Based Instruction Mampu Memotivasi Belajar Siswa pada Persamaan Kuadrat

Oleh: Ali Basuki, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA materi persamaan kuadrat ada tiga indikator yang harus dikuasai oleh siswa yaitu mampu memfaktorkan, mampu melengkapkan kuadrat sempurna, dan mampu menggunakan rumus dalam menyelesaikan persamaan kuadrat. Nanum ketiga indikator tersebut belum mampu dikuasai sepenuhnya oleh para siswa. Terbukti dari hasil berlajar siswa masih banyak siswa yang tidak tuntas atau dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Masih banyaknya siswa yang nilainya belum tuntas tersebut disebabkan karena minat belajar yang siswa yang rendah. Rendahnya minat belajar serta ketelitian siswa dalam menggunakan rumus persamamaan kuadrat, membuat hasil ulangan harian siswa rendah. Hal inilah yang mendorong penulis menggunakan model pembelajaran koopreatif. Menurut pendapat Slavin (2000:8) bahwa dalam pembelajaran kooperatif para peserta didik akan duduk bersama dalam kelompok yang beranggotakan empat orang untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru.

Digunakannya model pembelajaran Problem Based Intruction pada materi ini karena penulis yakin bahwa model PBI merupakan salah satu metode cooperatif learning. Model cooperatif learning tidak sama dengan belajar kelompok karena pada model ini siswa termotivasi untuk mengungkapkan ide atau pikiran atau gagasan lain yang mungkin masih dalam angan angan mereka. Mereka merasa mempunyai tempat untuk mencurahkan pendapat dan harapannya, sehingga dalam proses pembelajaranya siswa akan lebih terfokus terhadap materi serta minat dan semangat belajar meningkat, harapanya hasil belajar siswa pun dapat meningkat.

Baca juga:   Guru Berkualitas Hasilkan Pendidikan Yang Bermutu

Problem Based Intruction merupakan suatu pendekatan pembelajaran di mana peserta didik mengerjakan permasalahan dengan maksud untuk menyusun pengetahuan mereka sendiri, mengembangkan ketrampilan berpikir tinggkat lebih tinggi, mengembangkan kemandirian dan percaya diri (Trianto: 92). Dengan kata lain siswa akan lebih terpacu dalam mengembangkan pemikirannya serta berpikiran yang lebih luas.

Di SMP Negeri 1 Kesesi khususnya di kelas IX F mencoba digunakan model pembelajaran Prolem Based Learning dengan langka-langkah sebagai berikut. Pada tahap awal siswa memperhatikan penjelasan materi dan contoh mengerjakan soal dengan memfaktorkan, melengkapkan kuadrat sempurna dan menggunakan rumus. Kemudian siswa membentuk kelompok yang terdiri atas empat sampai lima orang dalam satu kelompok. Pertama, Diskusi mengidentifikasikan cara menyelesaiakan persamaan kuadrat. Kedua menyelesaikan latihan soal, ketiga mempresentarikan hasil kerja kelompok di depan kelas, dan pada akhirnya siswa melakukan aktivitas: mendemonstrasikan cara menghitung persamaan kuadrat dan menyelesaikan persamaan kuadrat serta aktif mengikuti pembelajaran.

Pada tahap perbaikan pembelajaran selanjutnya meliputi : apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran dan penjelasan kegiatan dari tahap awal. Intinya mengajak siswa untuk berpikir dengan melakukan kegiatan memperhatikan guru menyampikan materi, dan mengidentifikasikan cara menyelesaikan persamaan kuadrat serta menghitung persamaan kuadrat. Dilanjutkan kerja kelompok yang terdiri atas empat sampai lima orang. Mereka berdiskusi membahas permasalahan yang di alami siswa.

Baca juga:   Belajar Aljabar Mudah dengan Media Pensil dan Krayon

Pada tahap akhir kegiatan semua keompok mepresentasikan hasil penyelesaian persamaan kuadrat, menghitung persamaan kuadrat serta aktif mengikuti pembelajran. Observasi dilakukan oleh guru selama pembelarajan untuk mengetahui aktivitas siswa yang berbuhungan dengan pembelajaran atau respon siswa terhadap model pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

Dari hasil pengamatan dan penilaian akhir terbukti model pembelajaran Problem Based Learning (PBI) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta semangat (motivasi) belajar di kelas IX F SMP Negeri 1 Kesesi tahun pelajaran 2020/2021 pada kompetensi dasar persamaan kuadrat dengan baik dan benar. (pai1/zal)
.

Guru SMPN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya