Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Metode The Learning Cell

Oleh : Atik Amalia, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran berasal dari kata dasar “ajar” yang artinya barang apa yang dikatakan kepada orang supaya diketahui. Dari kata “ajar” ini lahirlah kata kerja “belajar” yang berarti berlatih atau berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, hasil belajar adalah sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadiin, dst) oleh usaha. Sedangkan belajar berarti berusaha, berlatih supaya mendapat suatu kepandaian. (W.J.S. Poerwaderminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia edisi ketiga, Jakarta : Balai Pustaka 2007). Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah suatu kepandaian yang diadakan melalui usaha baik pikiran maupun tindakan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar berarti sesuatu yang didapat dari usaha seseorang dalam memperoleh suatu kepandaian yang dilakukan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman dan mendapat informasi atau menemukan informasi. Hasil belajar dapat diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan tingkah laku seseorang. Perubahan yang dimaksud dapat berupa dari yang semula tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak terampil menjadi terampil.

Baca juga:   Discovery Learning Meningkatkan Antusiasme Siswa untuk Belajar

Metode berasal dari kata method yang berarti suatu cara kerja yang sistematis untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Metode juga berarti jalan untuk mencapai tujuan. Dari pengertian ini dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran berarti jalan yang digunakan oleh guru untuk mengorganisasi kegiatan belajar.

Secara bahasa, the leaerning cell berasal dari 2 kata yaitu learning yang berarti belajar dan cell yang mempunyai arti biara, penjara, bagian kecil tumbuhan. Cell juga dapat diartikan sebagai jaringan yang saling terhubung. The learning cell sendiri menunjuk pada suatu bentuk belajar kooperatif dalam bentuk berpasangan, di mana siswa bertanya dan menjawab pertanyaan secara bergantian berdasarkan materi bacaan yang sama. Metode sel belajar pertama kali dikembangkan oleh Goldschmid dari Swiss Federal Institute Of Technologi di Lausanne.

Model pembelajaran the learning cell merupakan strategi alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi baik secara individu maupun kelompok. Salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah Salah satu kemampuan yang harus dikuasai siswa adalah dalam hal menentukan gagasan utama. Model pembelajaran the learning cell merupakan bentuk pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan konstruktivistik. Model ini berupaya meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerjasama, berargumentasi, dan meningkatkan prestasi akademik. Tujuan dari penggunaan model the learning cell itu sendiri adalah untuk menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa aktif dalam proses belajar.

Baca juga:   Berpikir Tingkat Tingkat Tinggi melalui Keterampilan Menyusun Soal HOTS

Dalam pembelajaran the learning cell ini siswa mengintegrasikan pengetahuan yang mereka miliki ke dalam konsep-konsep dan keterampilan baru yaitu berupa pertanyaan sekaligus mencerna jawaban. Dengan demikian pembelajaran dengan metode ini sepenuhnya merupakan aktifitas siswa bukan lagi ceramah guaru terhadap siswa.

Berdasarkan hasil belajar siswa dapat ditarik kesimpulan bahwa metode the learning cell dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 01 Gintung pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti. (pai2/ton)

Guru PABP SD Negeri 01 Gintung, Kec. Comal Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya