Kombinasikan Efektivitas Pembelajaran Daring dan Luring

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEGIATAN pembelajaran melibatkan guru dan siswa. Pembelajaran akan berlangsung menyenangkan dan tidak menyenangkan semua karena guru. Metode pembelajaran, sarana prasarana, alat peraga sangatlah mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan kegiatan interaksi antara guru dan siswa di kelas. Dalam proses pembelajaran melibatkan siswa dan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Belajar diartikan sebagai proses perubahan yang dilakukan dengan sengaja yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya, menurut Ernest R Hilgart (1984).

Menurut Moh Suryo (1981), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas adalah prinsipnya belajar harus dari diri seseorang.

Proses pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi guru-siswa dan komunikasi imbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran (Rustaman, 2001:461). Sedangkan menurut Bararah (2017:132) bahwa proses pembelajaran merupakan sebuah proses belajar dan mengajar, dimana dalam kegiatan tersebut diperlukan rencana dan bahan materi yang dapat menunjang proses pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Masa pandemi Covid–19 ini para guru membuat RPP yang disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring adalah pembelajaran dalam jaringan. Pembelajaran daring adalah pembelajaran tanpa tatap muka tetapi melalau platfrom yang telah tersedia. Segala bentuk materi pembelajaran didistribusikan secara online, komunikasi online serta ulangan online. Namun ada kendala di SDN Karangrejo 02, semua siswa tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara online karena terkendala kepemilikan handphone sebagai sarana pembelajaran. Ada 30 persen siswa yang tidak memiliki handphone, maka sebagai kepala sekolah penulis mengambil kebijaksanaan dengan megadakan pembelajaran secara luring (di luar jaringan). Guru menyiapkan tugas-tugas untuk siswanya, orang tua yang mengambil ke sekolahan.

Baca juga:   Discovery Inquiry untuk Pembelajaran Daring

Kepala sekolah memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu menganalisis proses pembelajaran secara daring dan luring. Faktor-faktor yang mendukung dan faktor-faktor yang menghambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring dan luring di SDN Karangrejo 02. Peneliti menggunakan metode kuantitafif deskriptif. Subjek penelitian adalah rekan guru SDN Karangrejo 02. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket terbuka, wawancara serta dokumentasi. Hasil dari penelitian adalah proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan secara tatap muka dan sekarang harus dilaksanakan secara daring dan luring membuat para siswa jenuh dan bosan. Pembelajaran secara daring dan luring untuk siswa SD dirasakan kurang efektif karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya, yaitu 1) ketersediaan handphone, 2) kouta dan jaringan internet yang tidak stabil, 3) ruang belajar di rumah yang belum tersedia dengan layak, 4) orang tua yang tidak paham dengan IT, dan 5) belum semua siswa memiliki handphone sendiri dan masih menunggu orang tua pulang kerja bila ingin mengerjakan tugas dari guru. Itulah hasil analisis pembelajaran secara daring dan luring di SDN Karangrejo 02, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. (pai2/ida)

Baca juga:   Solutions to Evercome Student Boredom pada Pembelajaran Daring

Kepala SD Negeri Karangrejo 02, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya