Tingkatkan Kemampuan Menulis Pengalaman Pribadi dengan Peta Alur Pikiran (Mind Mapping)

Oleh : Ana Sriningsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tujuan pembelajaran bahasa Jawa adalah meningkatkan keterampilan berbahasa siswa baik lisan maupun tulisan sesuai dengan unggah-ungguh basa. Keterampilan berbahasa Jawa yang diajarkan di sekolah meliputi empat aspek kebahasaan, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Setiap keterampilan itu erat sekali hubungannya dengan tiga keterampilan lainnya. Keempat keterampilan tersebut pada dasarnya merupakan satu kesatuan.

Dari empat keterampilan berbahasa, kemampuan bahasa yang sulit dikuasai oleh siswa pada umumnya adalah keterampilan menulis, termasuk menulis pengalaman pribadi (narasi). Walaupun terkesan mudah, namun masih banyak siswa khususnya siswa di SMP Negeri 2 Talun yang mengaku kesulitan karena mereka harus berpikir dan menuangkan pikirannya dalam bahasa tulis sekaligus.

Sebuah tulisan pada dasarnya merupakan perwujudan hasil penalaran. Penalaran ini terutama terkait dengan proses menuangkan gagasan pokok untuk dikembangkan menjadi tulisan. Setiap penulis harus dapat menuangkan gagasannya secara cermat ke dalam tulisannya. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memunculkan gagasan adalah dengan metode peta alur pikiran (mind mapping).

Menurut Buzan (2013: 4), peta alur pikiran (mind mapping) adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak dari otak. Mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita.

Baca juga:   “Ko-Vid” Sahabat Belajar Tembang Jawa

Mind mapping mempunyai banyak keunggulan yang di antaranya proses pembuatan mind mapping menyenangkan, karena tidak semata-mata hanya mengandalkan otak kiri saja dan sifatnya unik sehingga mudah diingat serta menarik perhatian mata dan otak.

Oleh karena itu, metode mind mapping ini akan sangat membantu memudahkan siswa dalam proses pembelajaran terutama digunakan dalam menulis pengalaman pribadi.

Penerapan metode mind mapping yang penulis terapkan di kelas VII semester 1 SMP Negeri 2 Talun adalah sebagai berikut: siswa diinstruksikan mengingat kembali pengalaman yang pernah dialami, baik itu pengalaman lucu, sedih dan menyenangkan. Siswa mulai membuat tulisan berupa kata kunci dari ide yang dipilih disertai dengan simbol atau gambar yang berwarna yang kemudian disebut mind mapp.

Langkah-langkah pembuatan peta alur pikiran (mind mapp) adalah sebagai berikut : guru memberikan kertas kosong (HVS) kepada setiap siswa. Penulisan simbol dan gambar dimulai dari bagian tengah kertas kosong yang diletakkan mendatar. Tujuannya untuk memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan mengungkapkan dirinya secara lebih bebas dan alami.

Siswa membuat sebuah gambar untuk diletakkan di tengah kertas tersebut. Gambar harus sesuai dengan pengalaman pribadi mereka. Selanjutnya, siswa juga diwajibkan menggunakan spidol warna agar gambar lebih menarik.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Lebih Bermakna dengan Bidak

Setelah gambar sentral selesai, siswa menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan menghubungkan cabang-cabang tingkat dua, tingkat tiga dan seterusnya.

Dalam membuat cabang-cabang harus menggunakan garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang dibuat melengkung seperti cabang-cabang pohon akan lebih menarik mata. Apalagi ditambah dengan warna yang menarik. Siswa menggunakan satu kata kunci tunggal untuk setiap garis.

Guru menugaskan siswa untuk menulis pengalaman pribadi berdasarkan mind mapp yang sudah dibuat. Setelah siswa selesai membuat perencanaan dalam bentuk mind mapp. Apabila masih ada ide yang muncul di tengah aktivitas menulis maka dapat dituangkan dalam cabang-cabang atau ranting manapun dalam peta pikiran untuk selanjutnya dituangkan dalam sebuah tulisan.

Dengan penerapan metode pembelajaran mind mapping, siswa merasa lebih tertarik dan senang. Di samping itu, hasil penilaian siswa pada materi menulis pengalaman pribadi jadi lebih meningkat daripada menggunakan metode yang digunakan sebelumnya. (ips1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 2 Talun, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya