Asyiknya Belajar Descriptive Text dengan TGT Crossword Puzzle

Oleh : Eny Herokhwati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada umumnya, sebagian besar peserta didik di Indonesia menganggap belajar bahasa Inggris adalah sebuah kesukaran. Masalah tersebut juga dialami peserta didik kelas VII SMP N 5 Sragi, Kabupaten Pekalongan ketika mempelajari descriptive text. Nilai yang dihasilkan masih rendah, di bawah kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan. Hal tersebut disebabkan penguasaan kosakata dalam bahasa Inggris masih minim.

Di antara sekian faktor penyebab rendahnya penguasaan bahasa Inggris adalah banyak peserta didik yang malas, kurang termotivasi untuk belajar. Semua itu disebabkan suasana kelas yang membosankan. Hal itu terjadi karena metode dan media pembelajaran yang digunakan guru bersifat monoton dan kurang variatif. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan suasana yang menyenangkan.
Menciptakan sebuah pembelajaran yang menyenangkan (enjoyable learning) merupakan tantangan untuk guru. Salah satu cara yang dilakukan adalah menggunakan metode Teams Games Tournament (TGT) dengan media crossword puzzle.

Teams games Tournament adalah metode yang menggunakan turnamen akademik, dan menggunakan kuis-kuis serta sistem skor kemajuan individu. Pada metode ini peserta didik bermain untuk memperoleh tambahan poin untuk skor tim mereka.

Crossword puzzle dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan teka teki silang. Menurut Rinaldi Munir (2005, http//www.cse.ohio.html) crossword puzzle merupakan suatu permainan dengan tempelate yang berbentuk segi empat yang terdiri dari kotak-kotak hitam putih yang dilengkapi 2 lajur, yaitu mendatar (kumpulan kotak yang berbentuk satu baris dan beberapa kolom) dan menurun (kumpulan kotak satu kolom dan beberapa baris.

Baca juga:   Menggugah Keingintahuan Siswa Belajar IPA dengan STAD

Manfaat dari permainan ini selain untuk memperkaya kosakata juga melatih daya ingat, karena ketika kita menjawab pertanyaan, kita harus mengingat memori yang sudah tersimpan dalam otak.
Adapun tahapan dalam penerapan metode Teams Games Tournament adalah sebagai berikut. Tahap yang pertama guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas atau sering disebut presentasi kelas (class presentations). Pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran, pokok materi dan penjelasan singkat kepada kelompok.

Tahap kedua adalah guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang berdasarkan kriteria kemampuan, jenis kelamin, etnik dan ras. Tahap ketiga adalah guru memberikan kuis dengan menggunakan crossword puzzle yang telah disiapkan, masing-masing anggota tim berusaha mengisi crossword puzzle berdasarkan pertanyaan atau kalimat yang telah dibuat oleh guru.
Anggota tim lain menunggu hasil pencarian yang dilakukan oleh anggota tim yang sedang mencari jawaban. Waktu pencarian jawaban dibatasi oleh guru. Setelah waktu selesai, dilakukan pengambilan skor. Kegiatan TGT bisa dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan materi. Poin setiap anggota tim dijumlahkan untuk mendapatkan skor tim dan tim yang mencapai kriteria tertentu dapat diberi sertifikat atau reward.

Baca juga:   Dengan Metode Talking Stick Hasil belajar Tematik Jadi Baik

Setiap pertemuan, guru bisa memberikan perntanyaan yang berbeda-beda, misalnya dalam pertemuan pertama, guru bisa membahas tentang teks decriptive tentang benda, pertemuan kedua, guru bisa memberikan teks descriptive tentang hewan. Pertemuan ketiga, guru memberikan tentang tempat. Dan pertemuan berikutnya tentang pekerjaan orang (profesi).

Dengan demikian, penggunaan metode TGT dengan media crossword puzzle bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan minat peserta didik belajar bahasa Inggris dengan penuh tantangan yang mengasyikan. Dengan menggunakan metode ini peserta didik bisa saling menerima perbedaan individu, lebih bisa menguasai materi secara mendalam dengan waktu yang sangat sedikit dan berlatih bersosialisasi sehingga anak lebih peka untuk bertoleransi dengan orang lain dan mereka termotivasi untuk belajar lebih aktif. (ips/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP N 5 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya