Tartil Membaca Alquran melalui Tutor Sebaya

Oleh : Dra.Umiyanah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ALQURAN merupakan salah satu materi dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) / BP, salah satu indicator yang harus dimiliki oleh peserta didik adalan dapat membaca dengan tartil, yaitu dengan baik, benar dan fasih sesuai dengan tuntunan ilmu tajwid ( Tafsir Ibnu Katsir) . Membaca perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadabburi maknanya. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran surat Al-Muzzammil ayat 4 yang artinya “ Dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan”. (Q.S Al-Muzzammil:4).

Akan tetapi masih banyak peserta didik di SMAN 3 Pemalang yang belum tartil dalam membaca Alquran, bahkan masih banyak yang belum lancar, hal ini disebabkan karena ada di antara mereka yang belum khatam waktu usia SD dan SMP, sehingga perlu belajar lebih giat lagi.

Penerapan pembiasaan membaca Alquran sejak dini di era teknologi dan globalisasi yang sangat pesat ini menghadapi tantangan yang sangat berat, adanya HP, menyebabkan anak menjadi kurang peduli menggunakan waktu untuk membaca Al-Quran, mereka sibuk nonton tv, main hp, sehingga masih banyak peserta didik yang belum tartil membaca Alquran.

Baca juga:   Pembelajaran Akhlak dengan Metode Questions Students Have

Dengan memperhatikan situasi dan kondisi yang demikian, guru harus berusaha untuk dapat menentukan model,metode,pendekatan dan strategi pembelajaran yang mampu mendorong siswa untuk senang belajar membaca Alquran dengan tartil sesuai dengan tuntutan ilmu tajwid. Selain itu siswa diberikan motivasi bahwa membaca Alquran termasuk ibadah dan mendapatkan pahala yang dihitung per huruf, 1 huruf 10 pahala, dengan membaca Alquran akan mendapatkan syafa’at di akhirat kelak, membaca Alquran termasuk kewajiban terhadap agama.

Salah satu model pembelajaran yang dilaksanakan di SMAN 3 Pemalang pada mata pelajaran Pendidikan agama Islam khususnya KD Al-Quran adalah dengan pendekatan tutor sebaya.

Metode tutor sebaya (peer teaching) adalah suatu metode pendekatan yang dilakukan dengan cara memberdayakan siswa yang memiliki daya serap yang tinggi dari kelompok siswa itu sendiri untuk menjadi tutor bagi teman-temannya. Dalam KD Alquran yaitu belajar membaca Alquran dengan cara siswa yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam membaca Alquran dengan tartil membimbing teman-temannya yang belum dapat membaca dengan tartil, agar temannya dapat membaca dengan tartil. Tutor sebaya dapat memberi rasa nyaman pada siswa karena pada umumnya hubungan antara teman lebih dekat dibandingkan hubungan guru.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Kuis Tebak Kata

Dengan menggunakan metode tutor sebaya dalam KD Alquran di SMAN 3 Pemalang dapat membuat suasana belajar membaca Alquran dengan tartil menjadi lebih semangat, aktif, menyenangkan, kondusif dan menarik bagi siswa. Dengan demikian hasil belajar dengan metode tersebut sangat memuaskan. (fbs2/zal)

Guru PAI/BP SMAN 3 Pemalang

Author

Populer

Lainnya