Home Visit Guru saat Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh: Dyah Cahyaningtyas, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mulai mewabah di Indonesia pada pertengahan Maret 2020, hal ini membuat semua serba terbatas. Mulai dari bekerja, sekolah, maupun aktivitas sehari-hari harus dilakukan di rumah. Pandemi ini sangat berpengaruh besar pada dunia pendidikan karena siswa diharuskan untuk belajar dari rumah sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Belajar dari rumah dalam masa pandemi ini dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan 2 pendekatan. Pertama, dalam jaringan/online (daring) menggunakan media HP atau laptop melalui beberapa sosial media, web, dan aplikasi pembelajaran daring.

Pembelajaran luar jaringan/offline (luring) menggunakan metode kunjungan ke rumah atau home visit. Home Visit atau kunjungan rumah merupakan salah satu kegiatan pendukung bimbingan yang dilakukan oleh guru sebagai upaya mengumpulkan dan melengkapi data atau informasi mengenai peserta didik, dengan cara melakukan kunjungan ke rumah peserta didik dengan harapan dapat membantu menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi oleh siswa.

Kegiatan home visit memberikan peluang bagi guru untuk mengetahui karakter siswa. Dalam pelaksanaan home visit, orang tua memberikan stimulasi dan bermacam aktifitas bermain untuk siswa, pendidikan, dan dukungan orang tua serta untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan (Sari & Rahma, 2019).

Baca juga:   Menguasai Descriptive Text Menggunakan Student Teams Achievement Division

Pembelajaran di rumah ini memberikan nilai positif bagi para murid. Semangat anak-anak terlihat dari caranya menyambut guru, memakai seragam sekolah, tidak menangis. Bahkan, tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik oleh anak sendiri. Hal ini berbeda dengan pengerjaan tugas saat di sekolah sebelum adanya physical distancing. Jika ada tugas, orang tua yang menyelesaikan tugas sementara para murid bermain-main.

Pelaksanaan home visit pada pandemi ini harus menjadi kebiasaan dalam pembelajaran. Di samping itu, program ini memberikan manfaat yang berarti buat guru, anak didik/murid, dan orang tua. Dengan home visit, guru dapat mendorong orang tua untuk ikut memotivasi anak agar tetap belajar. Pemberitahuan materi sebelum guru melakukan kunjungan menumbuhkan sikap orang tua untuk memperhatikan kebutuhan anak. Kehadiran guru di rumah murid dapat menjadi pemicu semangat anak-anak untuk tetap belajar (Mokoginta & Nurdiyani, 2020).

Selama masa pandemi ini, pembelajaran tidak mungkin lagi untuk disesuaikan dengan target kurikulum yang ada. Penulis dalam mengajar anak didik di kelas 2 SDN 01 Paduraksa, lebih berfokus pada bagaimana membangun kesadaran dan memperkuat pengetahuan mereka terkait pendemi Covid-19 ini dan juga soal kesehatan secara umum. Materi pembelajaran disesuaikan dengan konteks situasi yang tengah dihadapi saat ini.

Baca juga:   Microsoft Teams Penunjang Pembelajaran Matematika Jarak Jauh saat Pandemi Covid-19

Ketika mengajar materi yang bertema hidup bersih dan sehat, misalnya penulis memberikan siswa-siswa poin-poin tentang bagaimana menjaga kebersihan lingkungan dan apa kaitannya antara lingkungan dan kesehatan manusia. Ketika kita tidak bisa mengajarkan mereka semua hal, kita harus bisa memilih mana kira-kira pengetahuan yang mereka butuhkan saat ini.

Pembelajaran melalui home visit seperti ini memberi banyak hal positif. Selain menghilangkan rasa bosan dan jenuh anak, membuat anak didik bisa lebih menjaga diri, mereka juga relatif lebih cepat paham tentang materi yang diberikan. Sebab selama ini, mereka juga terus mendapatkan informasi covid selama berada di rumah.

Proses belajar pun berjalan dengan lebih hidup karena siswa bisa terlibat diskusi tentang topik-topik yang selama ini mereka dengar yang di perbincangkan baik itu di televisi maupun di lingkungan rumah. (btj2.1/lis)

Guru SD Negeri 01 Paduraksa

Author

Populer

Lainnya