Demontrasi Rangkaian Listrik Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VI

Oleh : Eko Budiarto, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Metode pembelajaran demontrasi merupakan suatu bahan pengajaran yang dilakukan dengan cara memperagakan atau mempertunjukkan sesuatu seperti proses, situasi ataupun mengenai benda tertentu. Dengan metode ini siswa dapat dengan lebih mudah menerima materi karena lebih kongkret (Sanjaya, W 2006:152).

Agar pembelajaran berlangsung menarik bagi siswa perlu metode ataupun cara agar siswa berperan aktif dalam pembelajaran misalnya menggunakan terobosan dengan berbagai metode misalnya di kelas kami, kelas 6 SDN 01 Penggarit, pada Pembelajaran Tema 3 (Tokoh dan Penemuan), Subtema 1 (Penemu yang Mengubah Dunia) tentang Muatan IPA Rangkain Listrik sederhana siswa diberi tugas dengan pengarahan dan bimbingan dari guru membuat rangkain listrik sederhana.

Langkah pertama yang guru lakukan adalah dengan membuat kelompok belajar, dari jumlah siswa 29 laki-laki : 12 dan perempuan : 17 dibagi menjadi enam kelompok dengan masing-masing kelompok ada yang 5 anak per kelompok, ada yang 4 anak per kelompok, masing-masing kelompok membuat rangkain listrik sederhana ada yang rangkaian seri ada yang rangkaian paralel dengan bahan dan alat bisa didapatkan di toko terdekat.

Baca juga:   Belajar Rangkaian Listrik Sederhana melalui Model PjBL

Dengan belajar berkelompok masing-masing kelompok bekerjasama untuk mendapatkan alat dan bahan rangkaian listrik sederhana dengan bergotong royong. Langkah berikutnya adalah setelah masing-masing kelompok memperoleh alat dan bahan rangkaian listrik dipersiapkan di meja kelompok untuk persiapan dirangkai. Sebelumnya guru menjelaskan pelajaran rangkaian listrik sederhana, bahwa alat yang dibutuhkan seperti kabel, bolam, saklar, batu baterai, fiting lampu, gunting, solasi, papan tripeks ataupun kardus sebagai media atau dudukan baterai, dipersiapkan di meja. Dijelaskan lagi bahwa rangkaian listrik sederhana itu ada tiga yaitu rangkain listrik seri, rangkaian listrik paralel, dan rangkain listrik campuran.

Setelah siswa mendapatkan penjelasan dari guru masing masing kelompok mulai merangkai rangkaian listrik sederhana. Ternyata para siswa sangat termotivasi dan bersemangat untuk bisa merangkai listrik sederhana. Guru membimbing proses anak-anak dalam merangkai rangkaian listrik sederhana di masing-masing kelompok. Apabila ada pertanyaan dari salah satu kelompok maka kelompok yang lain diharap menghentikan aktivitasnya untuk mendengarkan penjelasan dari guru agar semua anak paham apa yang menjadi permasalahan bersama dalam merangkai susunan listrik sederhana.

Baca juga:   Pembelajaran Keragaman Budaya Asyik dengan Metode Bermain Peran

Setelah masing-masing kelompok selesai membuat rangkaian listrik sederhana masing masing kelompok mempersiapkan laporan berisi pengurus kelompok (siapa yang menjadi juru bicara) untuk berdemontrasi di depan kelas menjelaskan proses pembuatan rangkaian listrik secara sederhana. Langkah penugasan berikutnya adalah undian yang maju di depan kelas terlebih dulu berdemontrasi di depan kelas. Cara seperti ini memberi pengertian bagi anak untuk berusaha bersabar dan antre sesuai gilirannya. Bagi yang mendapat giliran pertama harus siap sedia maju di depan kelas dan bagi yang mendapat giliran kedua dan seterusnya bisa belajar dari tampilan yang pertama. Dengan cara seperti ini terjadi pembelajaran yang sangat menyenangkan dan interaktif dari masing-masing kelompok.

Penulis menyimpulkan bahwa peserta didik lebih bersemangat dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, mampu mengekspresikan diri bagi siswadan meningkatkan kepercayaan diri sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (btj2.1/ton)

Guru SDN 01 Penggarit

Author

Populer

Lainnya