Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar dengan Model Talking Stick

Oleh : Rumiyati,SPd.,M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Satuan pendidikan dalam kondisi khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.Mendikbud berharap guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode yang paling tepat untuk menyukseskan pembelajaran di masa pandemi Covid-19

Berkaitan dengan hal di atas mata pelajaran PPKn sebagai salah satu rumpun mata pelajaran sosial di sekolah berupaya dalam pembelajaran menciptakan inovasi model pembelajaran di era pandemi sehingga peserta didik belajar di sekolah mengedepankan protokoler kesehatan. Peserta didik tetap belajar dengan aman, bahagia dan materi yang disampaikan guru dapat diterima dengan hati gembira. Salah satu model Pembelajaran yang kooperatif yaitu Talking Stick. Model pembelajaran ini dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru atau temannya.

Menurut Suprijono (2009 : 86) langkah–langkah dalam model pembelajaran Talking Stick adalah sebagai berikut : Guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya 30 cm. Peserta didik membahas masalah yang terdapat dalam wacana. Guru menyampaikan materi pokok yang dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada para kelompok /peserta didik untuk membaca dan mempelajari materi pelajaran. Setelah membaca materi dan mempelajari, guru menutup isi bacaan. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada salah satu peserta didik, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan peserta didik yang memegang tongkat tersebut menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.( Ketika stick bergulir dari peserta didik ke peserta didik yang lain, seyogyanya diiringi musik dengan lagu –lagu Nasional). Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk merefleksi terhadap materi yang telah dipelajari. Guru memberikan ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan oleh peserta didik. Guru dan peserta didik merumuskan kesimpulan.

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Worked Example Pairs

Model pembelajaran Talking Stick cocok diterapkan dalam pembelajaran PPKn terutama pada materi – materi seperti mengingat konsep – konsep , definisi, sejarah , metode, maupun pola perilaku yang berkaitan dengan konsep dan keterampilan menerapkan antar teori yang ada dan sikap yang seharusnya dikakukan.

Kelebihan model ini adalah : Peserta didik dituntut untuk mengikuti permainan dengan menjalankan stick ( tongkat ) sambil menyanyikan lagu bersama bisa diiringi musik atau hanya vokal dari peserta didik. Tempat duduk diatur berjarak dalam era pandemi dalam satu kelas yang biasanya sebelum pandemi satu kelas diisi tiga puluh sampai tigapuluh dua peserta didik, maka dalam pembelajaran saat pandemi ini dalam satu kelas maksimal separo (50 persen) dari jumlah kelas yang seharusnya. Peserta didik aktif karena mereka harus menjawab pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh guru atau dari teman yang ditunjuk oleh guru dan teman lain menjawab dengan benar atas pertanyaan yang diajukan oleh guru atau teman tersebut. Pertanyaan –pertanyaan tersebut sudah disiapkan terlebih dulu. Dengan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran yang sedang berlangsung maka peserta didik tidak hanya sekedar bermain menjalankan tongkat sambil bernyanyi yang membuat hatinya senang namun mereka mendapatkan ilmu dari materi yang disampaikan guru yang berimbas pada hasil belajar yang diwujudkan dengan nilai ulangan yang meningkat. Seperti yang diterapkan di SMPN 2 Bawen, Kabupaten Semarang. (kb3/zal)

Baca juga:   WhatsApp Auto Reply memudahkan Siswa Selama Pembelajaran Daring

Guru SMPN 2 Bawen, Kabupaten Semarang

Author

Populer

Lainnya