Peningkatan Hasil Belajar Otomotif Melalui Think Square Share

Oleh : Abdul Khanan, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mempelajari Keterampilan Otomotif bagi siswa kelas X program keterampilan MAN Kendal seringkali terdapat kesulitan. Hal ini karena otomotif merupakan hal yang baru yang tidak pernah dipelajari ketika mereka belajar di SMP dan berdampak pada hasil atau prestasi belajar siswa yang kurang memuaskan. Pada umumnya para siswa hanya baru mengenal istilah dalam otomotif misalnya rem, roda dan mesin. Tetapi secara detail para siswa belum mengetahui dasar-dasar tentang otomotif secara menyeluruh. Hal inilah yang menyebabkan hasil belajar otomotif siswa terbilang masih rendah.

Menurut Noor Yasin (2015) “rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran otomotif , bukan semata-mata karena materi yang sulit, namun bisa disebabkan oleh proses pembelajaran yang dilaksanakan. Pentingnya proses pembelajaran ini ditegaskan oleh Purwanto (2010) yang menyatakan, betapapun tepat dan baiknya bahan ajar otomotif yang ditetapkan, belumlah menjamin akan tercapainya tujuan pendidikan otomotif yang diinginkan. Salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah model proses belajar yang dilaksanakan.

Metode Think Square Share (TSS) menjadi sebuah pilihan dari model pembelajaran yang dipandang cukup inovatif guna merubah kreativitas para peseta didik. Proses pembelajaran keterampilan otomotif yang dilaksanakan dengan metode Think Square Share (TSS) diharapkan memberi perubahan yang cukup berarti dalam proses pencapaian hasil belajar. Kesiapan guru sebagai pengajar dalam prosesnya, peserta didik, serta keberadaan sarana pendukung pembelajaran yang saling mendukung menjadi kunci pokok keberhasilan hasil belajar siswa.

Baca juga:   Pembiasaan dan Pelatihan dalam Pendidikan Karakter

Menurut Muslimin (2001) Metode Think Square Share dilaksanakan dengan cara guru menyajikan materi secara klasikal, kemudian diberikan persoalan kepada setiap peserta didik dan peserta didik bekerja kelompok dengan cara berpasangan empat-empat (Think-Square), dilanjutkan presentasi kelompok (Share). Setelah Think Square Share selesai dilaksanakan, peserta didik diberikan kuis individual (soal evaluasi) untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi pelajaran juga untuk mengetahui efektif atau tidak Think Square Share digunakan dalam pembelajaran Keterampilan Otomotif, hasil evaluasi diumumkan dan diberikan penghargaan (reward).

Pendekatan struktural Think Square Share memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja sendiri serta kerjasama dengan yang lain, peserta didik saling berdiskusi untuk mengungkapkan idenya. Pendekatan ini mula-mula dikembangkan oleh Frank Lyman dan kawan-kawan dari Universitas Maryland. Think Square Share memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi peserta didik waktu lebih banyak untuk berpikir, menjawab, dan saling membantu satu sama lain untuk menyelesaikan permasalahan yang diberikan guru. Mereka dapat mengkombinasikan jawaban secara bersama satu kelompok dan membuat kesimpulan dari diskusi yang dilakukan secara berkelompok.

Baca juga:   Pentingnya Olahraga saat Masa Pandemi di Bulan Ramadan

Hasil penerapan proses pembelajaran otomotif dengan menggunakan model pembelajaran Think Square Share (TSS) ini mampu menarik perhatian dan minat siswa sehingga akan dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan Otomotif kelas X MAN Kendal khususnya Kompetensi Mempelajari Dasar-dasar Otomotif. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar otomotif yang cukup signifikan dibanding sebelum menggunakan Model Pembelajaran Think Square Share (TSS). (bw1/ton)

Guru Keterampilan Otomotif MAN Kendal

Author

Populer

Lainnya