Lima M dalam Pembelajaran di dalam Masa Pandemi

Oleh : Nailul Murodah S.Ag

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan proses pemartabatan manusia menuju puncak optimasi potensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimilikinya. Pendidikan adalah proses membimbing, melatih dan memandu manusia terhindar atau keluar dari kebodohan dan pembodohan (Danim, 2013:3).

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan jajaran pendidikan untuk memajukan kualitas pendidikan di Indonesia. Paling sering dilakukan oleh pemerintah adalah pengembangan kurikulum, pengembangan model pembelajaran, pemanfaatan media dalam pembelajaran, serta pengubahan sistem penilaian. Sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004 (KBK), 2006 (KTSP), dan Kurikulum 2013. Perubahan tersebut disesuaikan dengan perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Semua kurikulum yang ada di Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, namun perbedaannya pada penekanan tujuan dan bagaimana cara merealisasikannya.
Upaya tersebut dilakukan di satuan pendidikan MI YMI Wonopringgo 05 dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Di dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) yang memandang fenomena atau situasi spesifik untuk kemudian menarik simpulan secara keseluruhan dengan lima M. 1) Mengamati. Peserta didik menggunakan panca inderanya yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Misalnya untuk pembelajaran tema yang berkaitan dengan IPA peserta didik mengamati pelangi, untuk tema mata pelajaran bahasa Inggris peserta didik mendengarkan percakapan. Bahasa Indonesia, peserta didik membaca teks, dan untuk tema IPS peserta didik mengamati banjir. Peserta didik dapat mengamati fenomena secara langsung maupun melalui media audio visual. Guru dapat membantu peserta didik menginventarisasi segala sesuatu yang belum diketahui.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar PAI melalui Metode Cooperative Learning

2) Menanya. Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang apa saja yang tidak diketahui atau belum dapat lakukan terkait fenomena yang diamati. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat mencakup pertanyaan yang menghendaki jawaban berupa pengetahuan faktual, konseptual, maupun prosedural, sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik.

3) Mengumpulkan Informasi/eksperimen. Peserta didik mengumpulkan informasi melalui berbagai teknik, misalnya melakukan eksperimen, mengamati, objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber, membaca buku pelajaran, dan sumber lain antaranya buku refrensi, kamus, media massa dan lain-lain. Guru menyediakan sumber-sumber belajar, lembar kerja (worksheet), media, alat peraga eksperimen dan sebagainya. Guru juga ikut membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk mengisi lembar kerja, menggali informasi tambahan yang dapat dilakukan secara berulang-ulang sampai peserta didik memperoleh informasi atau data yang dibutuhkan. Hasil kegiatan ini adalah serangkaian data atau informasi yang relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan oleh peserta didik.

4) Mengasosiasikan. Peserta didik menggunakan data atau informasi yang sudah dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan. Pada langkah ini, guru mengarahkan agar peserta didik dapat menghubungkan data/informasi yang diperoleh untuk menarik kesimpulan. Hasil akhir dari tahap ini adalah simpulan-simpulan yang merupakan jawaban atas pertanyaan yang dirumuskan pada langkah menanya.

Baca juga:   Home Visit, Strategi Jitu Bangun Kedekatan Guru dan Peserta Didik

5) Mengomunikasikan. Peserta didik menyampaikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada secara lisan dan atau tertulis atau melalui media lain. Pada tahapan pembelajaran ini peserta didik dapat juga memajang/memamerkan hasilnya di ruang kelas. Guru memberikan umpan balik, meluruskan, memberikan penguatan, serta memberikan penjelasan/informasi yang lebih luas. Guru membantu peserta didik untuk menentukan butir-butir penting dalam simpulan yang akan dipresentasikan, baik dengan atau tanpa pemanfaatan teknologi informasi. (ips2.1/ida)

Guru MI YMI Wonopringgo 05

Author

Populer

Lainnya