Kenalkan Potensi Daerah untuk Pengolahan Bahan Setengah Jadi

Oleh : Nurzamzilah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEKAYAAN bahan pangan bumi Indonesia berlimpah ruah. Keanekaragaman sumber pangan yang sangat potensial tersebut, meliputi pangan nabati dan hewani. Pangan nabati tersebut meliputi sayur dan buah. Pangan hewani meliputi produk perikanan dan peternakan. Produksi pertanian, perikanan dan peternakan di Indonesia cukup tinggi. Seiring dengan kebutuhan akan sumber protein terus meningkat, banyak perusahaan atau usaha–usaha home industry pengolahan pangan pertanian, perikanan ataupun peternakan yang dilakukan dengan teknik tradisional maupun modern.

Kota Batang merupakan wilayah pesisir pantai utara, sangat melimpah hasil kekayaan lautnya, berupa ikan, udang dan cumi. Setiap hari kapal berlabuh di pelabuhan yang membawa tangkapan hasil laut. Adanya hasil laut yang melimpah tersebut berpotensi berdirinya perusahaan pengolahan hasil laut dan home industry perikanan sebagai usaha pengolahan bahan pangan setengah jadi. Sepert berbagai olahan Frozzen Food, misal bakso ikan, otak-otak, tempura, terasi, dendeng cumi, krupuk, dan lain–lain. Untuk wilayah arah pedesaan potensi hasil peternakanpun cukup banyak. Di desa-desa banyak penduduk yang berpencaharian sebagai peternak, baik itu ayam, kambing dan sapi. Hal ini menumbuhkan banyak usaha home industry olahan pangan bakso, abon, nugget, sosis dan lainnya.

Baca juga:   Belajar Mengolah Kulit Singkong menjadi Keripik dengan Eksperimen

Langkah-langkah pembelajaran mata pelajaran Prakarya aspek pengolahan di SMPN 6 Batang berbasis proyek dan tutorial dilaksanakan dengan cara memberikan video yang dibuat oleh guru prakarya dari pembuatan bahan pangan setengah jadi dari berbagai hasil olahan perikanan dan peternakan melalui pembelajaran daring selama masa pendemi. Selanjutnya peserta didik mempraktikkan dan membuat video dari rumah untuk pengolahan bahan pangan setengah jadi yang mudah dibuat. Bahan bakunya mudah didapatkan di lingkungan sekitar tempat tinggal. Apabila kurang paham, peserta didik dapat mendatangi home industry yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal atau mencari info melalui penulusuran info dari berbagai media, seperti majalah, buku, atau internet.

Selanjutnya peserta didik melaporkan sebagai tugas yang berisi antara lain bahan dan alat yang dipergunakan, bagaimana proses pembuatannya, bagaimana proses pengemasannya. Berangkat dari masalah yang timbul selama mengikuti pembelajaran, peserta didik dapat mengevaluasi dalam menemukan kesalahan sehingga dapat berkarya mandiri. Kemampuan mandiri tersebut akan berdampak kebaikan dalam lingkungan keluarganya dan lingkungan tempat tinggalnya.

Baca juga:   Model CORE Tingkatkan HB Prakarya Siswa

Semua kegiatan peserta didik tersebut dilakukan dengan bimbingan dari guru yang mengarahkan, memberikan informasi dan mengajak peserta didik untuk melakukan semua kegiatan secara menyenangkan. Kegiatan praktik pembuatan bahan pangan setengah jadi tersebut banyak manfaatnya, secara fisik peserta didik belajar proses pemilihan bahan baku produk, proses pembuatan produk dan secara psikis dapat belajar pengembangan diri. Dengan menguasai keterampilan, 1) menumbuhkan sifat inovatif dan kreatif, 2) meningkatkan kemampuan motorik halus peserta didik, 3) melatih skill peserta didik, 4) melatih peserta memiliki kesabaran dan berpikir praktis, dan 5) menyeimbangkan otak kanan dan kiri.

Selanjutnya diajarkan cara mengemas produk, sampai pada pemasarannya. Penggunaan media digital juga diperkenalkan pada peserta didik sehingga menumbuhkan jiwa wirausaha. Keterampilan dalam pelajaran prakarya memiliki posisi strategis, karena pelajaran prakarya menuntut peserta didik lebih terampil sebagai bekal di masa depan. Selain itu, peserta didik lebih memiliki potensi, apabila keterampilan tersebut disertai dengan kreativitasnya membaca peluang di sekitarnya. (ips2.1/ida)

Guru Prakarya SMPN 6 Batang

Author

Populer

Lainnya