Belajar PPKn Asyik dengan Audiovisual

Oleh : Dra. Sri Haryani, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 membawa dampak di berbagai bidang kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Hal ini membuat Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menerbitkan SE no. 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 sebagai acuan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan Proses Belajar dari Rumah (BDR). Dengan adanya kebijakan tersebut guru berusaha untuk melakukan pembelajaran jarak jauh sehingga proses belajar mengajar tetap berlanjut walaupun tidak bertatap muka secara langsung.

Pembelajaran menggunakan media elektronik/teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan proses pembelajaran yang baik dan efisien dan berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Media pembelajaran bisa diartikan sebagai benda yang menjadi perantara terjadinya proses pembelajaran, dengan menggunakan perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware) yang berfungsi sebagai media pembelajaran berbentuk alat peraga dan sarana pembelajaran. H. Malik (1994) mengungkapkan bahwa Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan.

Audiovisual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi), meliputi media yang dilihat dan didengar (Rohani, 1997: 97 – 98). Media audiovisual merupakan media perantara yang menggunakan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik.

Baca juga:   Asyik Belajar PPKn dengan Media Film Dokumenter

Media Audiovisual meliputi Media Audiovisual Diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam, contohnya Sound Slide (film bingkai suara) dan Media Audiovisual Gerak ialah media yang menampilkan suara dan gambar bergerak, contohnya seperti film, gambar ditelevisi dan lain-lain.

Dalam pembelajaran PPKn di kelas VII SMP 15 Semarang, peserta didik masih banyak yang belum aktif mengikuti pelajaran dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut, guru memanfaatkan media audiovisual melalui whatsapp agar membuat pembelajaran lebih menarik. Demikian juga dibuat variasi konten materi pembelajaran.

Guru memberi penjelasan melalui video tentang Proses Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara sehingga peserta didik tidak hanya membaca materi yang dikirimkan. Siswa mendapat penjelasan secara langsung disertai gambar yang mempermudah pemahaman. Dalam merespon materi yang disampaikan, peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas yang nantinya dikirim ke WA grup. Selain itu apabila peserta didik hendak bertanya, mereka bisa menggunakan fitur voice note pada Whatsapp, sehingga KBM terasa lebih hidup dan aktif.

Baca juga:   Yuk, Belajar Pancasila dengan Thing Puzzle

Manfaat media audiovisual pada proses pembelajaran adalah untuk: a) menarik perhatian peserta didik dalam menyampaikan materi ajar, b) menumbuhkan motivasi belajar, c) memberikan pengalaman belajar dengan menyimpulkan pembelajaran dari sebuah video yang disajikan.

Dengan menggunakan media audiovisual ini diharapkan dapat memudahkan peserta didik untuk menyerap lebih baik materi tentang Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara yang telah disampaikan oleh guru. Karena kegiatan pembelajaran yang ideal adalah ketika guru mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan peserta didik aktif, sehingga materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. (ips2.1/ton)

Guru PPKn SMP 15 Semarang

Author

Populer

Lainnya