Tingkatkan Kedisiplinan Salat dengan Pembiasaan dan Pengisian Blangko

Oleh : Umi Hanik S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang (Redja Mudiyaharjo 2002:72).
Memahami makna dan tata cara salat merupakan salah satu kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik pada setiap tingkatan kelas pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Salat adalah berharap hati kepada Allah SWT sebagai ibadah, dengan penuh kekhusukan dan keikhlasan di dalam beberapa perkataan dan perbuatan, yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat–syarat yang telah ditentukan syara (Drs Moh Rifa’i 2018:32).

Di dalam pembelajaran salat, mempunyai tujuan. Salah satu di antaranya, agar siswa dapat memahami makna dan tata cara dalam salat, sehingga siswa dapat melaksanakan salat dengan tertib, benar dan disiplin. Melalui pembelajaran ini, siswa dituntut menghafal seluruh bacaan dan gerakan salat. Pembelajaran salat ini seharusnya perlu latihan terus menerus dan berulang-ulang. Sementara, waktu pembelajaran salat ini sangat terbatas. Masih banyak anak yang belum hafal bacaan-bacaan salat dan dalam menjalankan salat belum tertib dan disiplin.

Baca juga:   Pembelajaran STAD Meningkatkan Nilai Materi Salat Jama’ Qasar PAI

Dalam usaha mencapai suatu tujuan pembelajaran diperlukan strategi pembelajaran yang tepat dan perlu adanya kerjasama dengan orang tua wali murid. Metode yang guru gunakan dalam pembelajaran salat ini adalah metode pembiasaan dan pemberian blangko tentang pelaksanaan salat wajib lima waktu untuk siswa.

Sebelumnya, siswa diberikan pemahaman tentang makna salat, bacaan, dan tata cara salat dengan tertib dan benar. Kemudian siswa diberikan pembiasaan-pembiasan positif yang berkaian dengan salat.
Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi (https://siedoo.com/berita-27508-berikut-kegiatan-pembiasaan-sebagai-pendukung-pendidikan-karakter-di-sekolah/).
Berkaitan dengan pembelajaran salat ini, pembiasaan yang dilakukan di SDN 01 Wonopringgo adalah dengan membiasakan membaca bacaan-bacaan salat setiap hari Kamis sebelum masuk jam pertama kegiatan belajar mengajar dimulai. Pembiasaan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Dengan pembiasaan ini siswa dapat menghafal seluruh bacaan-bacaan dalam salat.
Selain pembiasaan tersebut di atas, juga dilaksanakan pembiasaan salat Dhuhur berjamaah yang dilaksanakan sebelum siswa pulang sekolah. Pembiasaan ini harus dikuti oleh siswa sesuai jadwal yang telah ditentukan dalam tiap kelasnya.

Baca juga:   Asyik Belajar Kisah Nabi dengan Media Film

Selain pembiasaan-pembiasaan tersebut di atas, untuk meningkatkan kedisiplinan salat, anak diberikan blangko tentang peaksanaan salat wajib lima waktu dalam satu bulan. Anak diharuskan mengisi blangko tersebut setiap melaksanakan salat fardhu dengan tanda centang. Dari sini, peran orang tua sangat diperlukan dalam mengawasi pelaksanaan salat fardhu anak. Setiap harinya, orang tua siswa harus memantau dan menandatangani blangko tersebut. Setiap satu minggu sekali, guru mengecek serta memberikan penilaian terhadap pelaksanaan salat lima waktu yang sudah dilaksanakan oleh siswa.
Dengan demikian metode pembiasaan dan pengisian blangko tentang pelaksanaan salat fardhu lima waktu, anak-anak SDN 01 Wonopringgo menjadi lebih disiplin dalam menjalankan salat. (bp1/ida)

Guru PAIBP SDN 01 Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya