PMR Sukseskan Pembelajaran FPB dan KPK di Kelas 4

Oleh: Sutriyah,S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENANAMAN konsep tentang FPB dan KPK kepada siswa kelas 4 bukanlah hal yang mudah. Selama ini konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari dua bilangan masih secara prosedural baik itu mencari kelipatan ataupun dengan pemahaman bilangan prima dan faktorisasi prima. Cara seperti ini sering membuat siswa kesuiltan dalam menentukan FPB dan KPK tersebut. Cara- cara yang sudah dikenal antara lain dengan pohon faktor atau tangga. Siswa dipaksa untuk menghafal metode-metode yang digunakan para ahli, yang belum tentu sesuai dengan taraf usia dan kemampuan mereka.

Untuk mempermudah dan meningkatkan kemempuan siswa dalam menguasai pembelajaran tentang FPB dan KPK, penulis menerapkan pendekatan matematika PMR (Pendekatan Matematika Realistik) di kelas 4 SDN Lebo 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang.

PMR merupakan pendekatan matematika yang diadopsi dari RME (Realistic Mathematics Education) yang telah dikembangkan di Netherland sejak tahun 1970 (Van Den Heuvel Panhuizen,1999).
Kelebihan pendekatan matematika realistik menurut Suwarsono (Romaul,2013:5) adalah memberi pengertian yang jelas dan operasional kepada siswa tentang matematika dengan kehidupan shari-hari dan kegunaan matematika pada umumnya bagi manusia, serta berusaha untuk menjalani sendiri konsep- konsep matematika.

Baca juga:   Menggali Minat Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Berbasis Area

Langkah-langkah PMR yaitu memahami maslah kontekstual, menyelesaikan masalah kontekstual ,membandingkan dan mediskusikan jawaban serta menyimpulkan.

Penulis menuliskan langkah-langkah tersebut dengan praktek langsung tentang makanan di piring. Di tempat hajatan ada 15 nagasari dan 60 dodol yang disajikan dalam beberapa piring. Tiap piring berisi nagasari dan dodol.

Kita dapat menyajikan dalam paket makanan. Nagasari diberi simbol ā€œNā€ dan dodol diberi simbol ā€œDā€. Pisahkan kelompok piring yang kue-kuenya tidak bersisa kelebihaan atau kekurangan kue. Fokuskan perhatian pada piring yang kue-kuenya tidak bersisa. Maka terlihat bahwa 15 nagasari dan 60 dodol dapat disajikan dalam 1 paket,3 paket,5 paket dan 15 paket. Kue tersebut dapat disajikan paling banyak dalam 15 piring. Maka disimpulkan bahwa ada 15 piring makanan dan pada setiap piring memuat 1 nagasari dan 4 dodol. Maka hasil perhitungan dari bilangan tersebut adalah (1x 4)x 15=60. Jadi FPB nya adalah jumlah piring atau sajian paket maksimum/ paling banyak, fpb (15,16) adalah 15. Adapun KPK nya adalah bilangan yang menunjukkan banyak masing- masing kue pada satu piring maksimum dikalikan dengan jumlah piring maksimal. KPK (15,60) adalah (1×4)x 15= 60.

Baca juga:   Paradoks Marginalisasi Guru Honorer

Dengan melakukan praktek tersebut,siswa telah menyelesaikan soal dan dunia nyata dengan cara mereka sendiri dan menggunakan bahasa dan simbol mereka sendiri. Pembelajaran tersebut membuat siswa merasa menemukan rumus itu sendiri. Sehingga pembelajaran lebih bermakna. Artinya siswa telah ikut mendukung usaha pengembangan pendidikan matematika realistik yang sedang digalakkan saat ini.
Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang baik setelah mengikuti pembelajaran dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Nilai siswa betul-betul mencapai angka perolehan di atas kkm yang telah ditentukan oleh guru kelas untuk Kompetensi Dasar tersebut. (bp1/zal)

Guru SDN Lebo 01, Kabupaten Batang.

Author

Populer

Lainnya