Belajar Materi Zakat Jadi Mudah dengan Metode Mpa

Oleh: Rezkyaningrum, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran PAI khususnya pada materi zakat perlu mendapatkan perhatian yang intensif baik dari segi metode pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar maupun suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Materi yang diajarkan di tingkat SMP kelas IX ini sering menjadi materi yang susah dipahami oleh siswa karena pada materi ini menuntut kemampuan yang komprehensif, siswa harus bisa menentukan jenis zakat, nishab, kadar zakat dan menghitung jumlah zakat yang harus dikeluarkan, sehingga harus di dukung motivasi belajar yang kuat dari siswa. Motivasi belajar, menurut Dalyono dapat diartikan daya penggerak atau pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan (2009 : 57).

Berpijak dari hal tersebut pembelajaran materi zakat di SMPN 1 Tulis kabupaten Batang menggunakan metode Market Place Activity (MPA). Metode MPA adalah suatu metode pembelajaran berupa kegiatan seperti yang terjadi di pasar, dimana peserta didik dapat melakukan aktivitas jual beli informasi pengetahuan baik berupa konsep ataupun karya sesuatu. Dalam satu kelompok ada yang bertugas sebagai penjual (jaga warung) yaitu siswa yang bertugas mempromosikan dan mempertahankan karya atau informasi dari kelompoknya, ada yang bertugas sebagai pembeli yaitu siswa yang bertugas membeli informasi dengan mengunjungi warung kelompok lain.

Dalam tahap persiapan peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 siswa) atau sesuai dengan kondisi kelas, kemudian dalam waktu singkat masing masing kelompok menentukan ketua, sekretaris dan nama kelompok, setelah itu guru menjelaskan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran dan membagikan konten bahasan yang harus dikerjakan masing masing kelompok yaitu antara lain tentang jenis zakat, nishab zakat, kadar zakat, penghitungan zakat perniagaan, zakat emas dan perak, zakat pertanian, zakat peternakan dan zakat rikaz.

Baca juga:   Mengoptimalkan Pembelajaran Matematika dengan Metode Daring

Pada tahap pelaksanaan setiap kelompok melakukan diskusi kelompok tentang kontent yang menjadi tanggung jawabnya dengan cara belajar dari berbagai sumber seperti buku paket, LKS, majalah, koran atau internet, kemudian hasilnya dituangkan dalam sebuah karya kelompok yang jelas dan didesain mudah dimengerti oleh kelompok lain. Setelah hasil kelompok selesai dan siap diperjualbelikan, hasil kelompok tersebut ditempel di pohon di sekitar lapangan basket SMP N 1 Tulis kemudian setiap kelompok membagi tugas siapa yang akan menjadi penjual dan siapa yang menjadi pembeli dan jika semuanya sudah siap guru segera memberikan aba aba dimulainya kegiatan pasar materi zakat, yaitu bagi siswa yang bertugas sebagai pembeli mulai berkunjung ke pajangan kelompok lain kurang lebih 5-6 menit, mendengarkan penjelasan dari siswa yang jaga, mencatat poin poin penting dan menanyakan hal yang dirasa belum jelas kemudian secara mufakat memberi nilai dengan bintang kepada kelompok yang baru saja dikunjungi.

Setelah pembeli telah mengunjungi semua kelompok, semua siswa kembali ke kelompoknya masing masing, siswa yang bertugas sebagai pembeli menyampaikan informasi yang diperolehnya kepada siswa yang bertugas sebagai penjual, kemudian bersama menyimpulkan informasi yang didapatkanya. Kemudian masing masing kelompok diminta untuk presentasi hasil dari proses jual beli yang mereka lakukan dan dilanjutkan guru melakukan refleksi pembelajaran dengan mengulas apa yang terjadi ketika KBM, membetulkan informasi jika ada yang salah, menunjukkan nilai karakter yang bisa diambil, dan menghitung bintang yang diperoleh masing masing kelompok kemudian memberikan reward kelompok terbaik.

Baca juga:   ¬†Gambar Mudahkan Menulis Geguritan

Banyak hal positif yang bisa diambil dari pembelajaran menggunakan metode MPA ini, para siswa terlihat lebih semangat, rileks dan ceria dalam mengikuti pembelajaran, siswa yang bertugas sebagai penjual, mereka menjelaskan materi di luar dugaan kita, mereka menjelaskan dengan bahasa yang baik dan ekspresi yang luar biasa dan siswa yang bertugas sebagai pembeli terlihat antusias mendengarkan temanya menjelaskan materi dan banyak dari mereka juga cenderung mau bertanya jika merasa ada yang belum paham atau dirasa tidak pas, sebuah pemandangan indah bagi seorang guru. Selain itu, ketika dievaluasipun hasilnya tidak mengecewakan. (bp1/zal)

Guru PAI SMPN 1 Tulis Batang

Author

Populer

Lainnya