Pembelajaran Daring IPS Kelas IX pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Wakhyu Kristianawati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Wabah pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka, saat ini harus berjalan secara daring atau dilakukan dengan jarak jauh. Sebenarnya di wilayah penulis sebelum zona merah sekolah masing menerapkan pembelajaran dengan sistem siswa dibagi 2. Satu kelas dibuat menjadi 2, yang separo siswa belajar di sekolah dan separonya belajar di rumah/daring. Tetapi setelah wilayah penulis berubah menjadi zona orange akhirnya seluruh pembelajaran dilakukan dengan BDR/daring. Berbagai macam upaya juga dilakukan agar melalui pembelajaran ini tentu dapat membawa manfaat, siswa diajarkan untuk berpikir kreative dan kritis dalam menghadapi pandemi ini.

Pembelajaran IPS ini dilakukan dengan menggunakan metode daring, dalam praktiknya menemui beberapa kendala. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa siswa yang kesulitan mengakses internet, adapula sebagian siswa yang tidak memiliki smartphone dan juga terkendala dengan masalah ekonomi.

Rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran daring pun juga menjadi salahsatu kendala. Namun demikian strategi pembelajaran daring yang efektif sedapat mungkin bisa dilaksanakan artinya siswa merasa nyaman dalam belajar. Penugasan yang diberikan tidak membebani siswa, tidak boros kuota, pemaparan materi tidak membosankan. Dan yang utama adalah pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain misalnya keluarga.

Baca juga:   Pembelajaran Perubahan pada Benda Lebih Mudah dengan Model CLIS

Pada pembelajaran IPS ini, tujuan pembelajaran diarahkan agar siswa diharapkan mampu memahami dan menganalisis perubahan sosial budaya. Siswa juga diharapkan mampu menunjukan sikap proaktifnya yakni dengan kemampuannya mengambil hikmah di balik Covid-19, khususnya dalam hal belajar dari rumah.

Adapun model pembelajaran daring ini yang dilakukan melalui WA dan Google Classroom. Model ini digunakan karena lebih efektif dan mudah untuk diterapkan, sebab siswa sudah sangat familiar dengan penggunaannya. Satu kali pertemuan daring untuk penyampaian materi dan satu kali pertemuan daring untuk menyelesaikan penugasan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS tersebut, sebelum jadwal kelas dimulai guru membuat presensi atau daftar hadir terlebih dahulu 1 jam sebelumnya agar siswa dapat mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran. Selain membuat presensi guru juga mengingatkan siswa tentang kesiapan belajar mereka seperti smartphone, buku, dan alat tulis. Kegiatan tersebut disampaikan dalam WA dan google classroom grup IPS. Pada saat jam belajar guru memberi materi tentang perubahan sosial budaya, selain materi dari guru siswa juga dapat belajar dari buku paket IPS. Guru memberi tugas yang berkaitan dengan materi yang dipelajari siswa. Biasanya tugas diberi jangka waktu seminggu untuk mengerjakan dan mengirimkan hasil tugas melalui Google Classroom. Untuk beberapa siswa yang terkendala tidak punya HP maka siswa tersebut mengumpulkan tugasnya ke sekolah. Dalam melakukan penilaian tugas, nilai siswa dishare kembali di Google Classroom. Agar siswa tahu nilai masing-masing.

Baca juga:   Sosiodrama Tingkatkan Kemampuan Siswa Belajar Sejarah

Dengan berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi, guru tetap berusaha semaksimal mungkin agar pembelajaran daring bisa tetap terlaksana dengan baik. Kita tetap harus mendukung kebijakan pemerintah dan tetap semangat demi kemajuan anak bangsa, khususnya dalam hal belajar dari rumah. (pai1/lis)

Guru SMPN 1 Wonotunggal

Author

Populer

Lainnya