Melejitkan Keterampilan Menulis dengan Rangkai Dua Kata

Oleh: Ristichaningsih

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia. Menulis merupakan suatu proses bagaimana mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan baik, sehingga orang lain dapat memahami apa yang disampaikan melalui tulisan (Tarmizi, 2013:12).

Keterampilan menulis sangat penting dikuasai oleh peserta didik karena dapat melatih menuangkan segala bentuk ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Dari keempat keterampilan bahasa Indonesia, keterampilan menulis menjadi keterampilan yang cukup sulit dan butuh proses panjang serta latihan berkesinambungan untuk menguasainya. Penulis menggunakan alternatif solusi meningkatkan keterampilan menulis secara cepat atau melejitkan dengan metode “Rangkai Dua Kata”.

Metode rangkai dua kata adalah cara yang digunakan untuk melatih keterampilan menulis dengan menggunakan dua kata kemudian dirangkai menjadi kalimat yang bermakna. Dua kata tersebut bebas boleh kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan, namun sebaiknya menggunakan kata benda agar mudah mengembangkannya menjadi kalimat.

Adapun langkah–langkah menerapkan metode ini dalam pembelajaran sebagai berikut: Langkah pertama, guru menuliskan dua kata kemudian peserta didik diberi tugas untuk merangkai dua kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang padu dan bermakna. Langkah kedua, bila kalimat yang dibuat sudah benar, maka peserta didik disuruh lagi membuat kalimat lain dari dua kata tersebut. Jadi dua kata tersebut bisa dibuat menjadi kalimat yang berbeda beda.

Baca juga:   Saatnya Bahasa Indonesia Jadi Favorit Siswa

Kemudian langkah ketiga, agar lebih terlatih guru dapat memberikan dua kata secara lisan, peserta didikpun disuruh membuat kalimat secara lisan dari dua kata tersebut. Contoh buatlah kalimat dari dua kata ini “sepatu dan mobil”! Dua kata tersebut bisa dibuat kalimat menjadi “Saya membeli sepatu bersama ayah naik mobil” atau “sepatu adik saya ada gambar mobilnya”. Ingat, dua kata tersebut harus disusun secara berurutan letaknya sepatu dulu baru mobil, tidak boleh sebaliknya. Hal ini untuk melatih agar terbiasa menyusun secara urut dan konsisten.

Langkah keempat, setelah peserta didik sudah terbiasa membuat kalimat dari dua kata, maka guru menambah lagi menjadi tiga kata, empat kata, dan lima kata. Ketika sudah menjadi lima kata, maka bukan hanya membuat kalimat tapi menjadi sebuah paragraf. Contoh buatlah paragraf dari kata berikut: sayuran, tanah, pasar, uang, dan tas ! Dari kata-kata tersebut dibuat menjadi satu paragraf menjadi; “Pak tani menanam sayuran di tanah belakang rumahnya. Setelah panen menjual hasilnya di pasar. Uang hasil penjualan sayuran tersebut ia gunakan untuk membelikan tas sekolah anaknya”. Begitu seterusnya tergantung imajinasi masing-masing peserta didik. Berilah apresiasi yang tinggi pada mereka yang berhasil membuat satu paragraf dengan baik dan benar dan tetap memotivasi peserta didik yang belum bisa maksimal.

Baca juga:   Menulis Teks Eksplanasi dengan Metode Kooperatif

Bila metode ini dipraktikan dan peserta didik dibiasakan membuat kalimat dari kata-kata yang ada di sekitarnya baik secara tulis ataupu lisan, maka pelan tapi pasti peserta didik akan mengalami peningkatan dalam mengolah kata menjadi kalimat, dan mengolah kalimat menjadi paragraf dan terakhir menjadi sebuah tulisan yang enak dibaca. Sebab sebuah keteramplian dihasilkan dari sebuah proses yang panjang dan penuh kerja keras. Begitu juga dengan keterampilan menulis. Tulisan yang baik dan enak dibaca diperoleh dari hasil proses menulis yang terus menerus dilakukan setiap hari. Metode rangkai dua kata hanya sebagai langkah kecil menuju langkah besar. Sebab sebuah pencapaian yang besar selalu diawali dari langkah kecil. Seperti yang diterapkand I SDN 03 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan. (bp1/zal)

Guru SDN 03 Rogoselo, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya