Botol Bekas Tingkatkan Belajar Menghitung Debit Air

Oleh : Iswanto, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Semua guru berupaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penggunaan metode dan model pembelajaran yang bervariatif dapat mengaktifkan dan membuat siswa paham terhadap apa yang guru jelaskan. Misalnya dengan alat sederhana yang murah dan praktis. Dengan alat dan barang yang mungkin sudah tidak terpakai lagi. Tetapi apapun yang dilakukan guru harus disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal siswa. Agar metode dan model pembelajaran ini dapat diterima oleh siswa dan lingkungannya.

Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan mempercepat pemahaman siswa serta meningkatkan hasil belajar pelajaran matematika dalam menghitung debit air adalah dengan menggunakan botol bekas air mineral. Pembelajaran ini sudah penulis cobakan di kelas V SDN 02 Kesesirejo Bodeh Pemalang. Dan hasilnya memuaskan karena dapat menuntaskan lebih dari 95% dari keseluruhan anak didik kelas V. Semoga berguna pula bagi sekolah yang lainnya.

Menghitung debit air dengan alat peraga sederhana berupa botol bekas air mineral ini bertujuan untuk menghitung debit air yang keluar dari botol. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Alat dan bahan banyak tersedia di lingkunagn kita, seperti paku, botol air mineral isi 1 liter atau disesuaikan sesuai kebutuhan (botol kosong tak berisi air), stopwatch, dan kalkulator.

Baca juga:   Belajar Klasifikasi Tumbuhan Menyenangkan dengan Jas

Menghitung debit air pada mata pelajaran matematika kelas V SD yang memiliki kompetensi dasar 3.3. Menjelaskan kecepatan sebagai perbandingan jarak dengan waktu, menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kecepatan, jarak, dan waktu. Dengan indikator untuk mencapai ketuntasan belajar yaitu 3.3.2. Menghitung kecepatan rata-rata debit air sebagai perbandingan volume dan waktu.

Langkah-langkah pembelajaran matematika dengan materi menghitung debit air adalah sebagai berikut : Guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang apa yang perlu dikerjakan dan apa yang perlu dicatat sebagai laporan atas nama kelompoknya masing-masing. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Siswa bekerjasama dengan teman kelompoknya. Salah satu siswa dari kelompoknya melubangi bagian bawah botol air mineral menggunakan paku. Tutup lubang bekas dipaku tadi dengan menggunakan ibu jari. Isi botol dengan air sebanyak 1 liter. Siswa membuka tutup lubang bersamaan dengan menghidupkan stopwatch. Siswa menunggu hingga air dalam botol habis, lalu siswa mencatat berapa lama waktu air dalam botol itu habis. Siswa mencatat berapa lama waktu yang diperlukan hingga air dalam botol itu habis? Siswa menghitung berapa debit air yang keluar dari botol itu?

Baca juga:   Peran Pegadaian bagi Masyarakat

Setelah kegiatan selesai masing-masing kelompok membuat laporan. Lewat juru bicara atau ketua kelompoknya menyampaikan hasil kegiatan kelompoknya. Dan disampaikan di depan kelas. Kelompok yang lain boleh menanggapi dan menanyakan hasil kelompok lain yang kurang jelas.
Guru memberikan penjelasan singkat tentang hasil yang disampaikan masing-masing kelompok dan sekaligus memberi kesimpulan. Selanjutnya siswa mengerjakan soal yang diberikan guru sebagai evaluasi. Sebagai akhir dari pembelajaran matematika menghitung debit air dengan model botol bekas air mineral siswa berdoa bersama.

Demikian salah satu model pembelajaran yang paling cocok untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika menghitung debit air secara sederhana dengan botol bekas air mineral, semoga tulisan artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. (pai2/ton)

Guru SDN 02 Kesesirejo KWK Bodeh Pemalang

Author

Populer

Lainnya