Penilaian Sikap dan Karakter Sulit Diterapkan saat BDR

Oleh : Ary Aries Noorcahya S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu tolok ukur keberhasilan dalam proses belajar mengajar adalah keberhasilan capaian dalam penilaian. Sejak ditetapkannya Belajar Dari Rumah (BDR), penilaian terhadap siswa mengalami banyak kendala, khususnya penilaian sikap dan keterampilan. Kondisi saat ini sangat tidak efektif untuk melakukan penilaian sikap siswa melalui pembelajaran daring oleh sebagian besar guru. Bahkan untuk mencapai keberhasilan dan ketuntasan nilai pengetahuan saja, banyak kendala yang dialami oleh siswa dan guru, apalagi melakukan penilaian sikap dan karakter yang menuntut pengamatan dan kejelian serta ketelatenan guru.

Kendala yang dihadapi pada saat melakukan penilaian sikap antara lain, 1) kendala komunikasi, ketidakmampuan siswa dalam menggunakan aplikasi pembelajaran dan menerapkan teknologi menggunakan smatrphone. Banyak aplikasi yang ditawarkan kepada siswa, namun tidak semua guru menggunakan aplikasi yang sama, dan tidak semua siswa menguasai setiap aplikasi yang hanya diajarkan secara langsung dan mandiri tersebut. 2) Kekurangpahaman orang tua. Salah satu faktor keberhasilan siswa dalam masa pembelajaran daring adalah dukungan dan bimbingan orang tua. Orang tua dituntut menjadi setengah guru, namun ada sebagian orang tua melepas anak begitu saja karena kesibukan kerja. Adapula orang tua tidak memberikan fasilitas kepada anak termasuk menyediakan handphone dan kuota internet untuk belajar dikarenakan proteksi yang berlebihan. Adapula perhatian orang tua yang berlebihan terhadap anak yang justru kurang mendidik, misalnya tugas untuk siswa justru dikerjakan oleh orang tua atau anak tidak diarahkan tapi langsung diberikan kunci jawaban.

Baca juga:   PPKn Penangkal Ketidaksopanan Anak

3) Kebosanan siswa dengan model belajar daring. Ada sebagian siswa yang mengalami kebosanan, lebai, bahkan malas karena memiliki ketergantungan yang tinggi. Sementara orang-orang di sekitarnya tidak dapat membantunya. 4) Kendala ekonomi. Kepemilikan handphone atau smartphone menjadi tuntutan jika tidak terpenuhi, maka siswa harus kreatif mengikuti belajar kelompok dengan teman yang telah akrab sehingga bisa saling meminjam. 5) Kreativitas guru, harus selalu belajar dan mengikuti perkembangan IT. Untuk itu perlu kecermatan memilih aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan. Semakin guru menguasai banyak aplikasi dan penggunaan IT, semakin banyak hal yang bisa ditawarkan kepada siswa.

Kendati begitu, penilaian sikap dan karakter dapat dilakukan melalui jurnal atau pengamatan, penilaian diri maupun penilaian antarteman. Namun untuk penilaian antarteman hanya bisa dilakukan bagi kelas delapan dan sembilan yang sudah saling kenal. 1) Penilaian jurnal dan pengamatan, untuk dapat menguasai kelas, guru harus hafal nama dan karakter siswanya. Pada masa pembelajaran daring, guru bisa mengabsen siswa dengan cara memfotodirinya tampak muka lalu dikirim via WA Group terutama siswa kelas tujuh. Guru juga mendata nomor handphone dan email siswa termasuk siswa dilarang menggunakan profil lain. Setelah hal tersebut sudah dikuasai, guru akan mudah melakukan pengamatan. Baik lewat WA maupun aplikasi yang ada bisa memantau siswa yang aktif bertanya, berdiskusi, menjawab, memberi komentar, hingga menuntaskan tiap KD yang ada. 2) Penilaian diri siswa, lebih mudah, lebih praktis dan lebih cepat dilakukan dengan mengunakan aplikasi office 365 atau google form. Rubrik penilaian dapat dimasukkan dalam bentuk lain namun hasilnya sama. Dapat menilai kejujuran siswa dengan cara melampirkan kolom paraf orang tua atau responding lain. 3) Penilaian antarteman, lebih valid dilakukan bagi kelas delapan dan sembilan karena belum cukup saling mengenal. Seperti halnya penilaian diri siswa, penilaian antarteman juga dapat dilakukan melalui aplikasi dan itu akan lebih praktis dan cepat. Guru dapat memasukkan nama dan profil atau foto siswa sehingga antarteman dapat memberikan penilaian. (btj2.1/ida)

Baca juga:   Terampil Membaca Puisi dengan Model ATM

Guru PPKn SMP Negeri 42 Semarang

Author

Populer

Lainnya