Pembelajaran untuk Kesehatan Mental Siswa

Oleh : Eti Puji Astuti, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Wabah corona ditetapkan sebagai pandemi global dan BNPB menetapkan status darurat nasional. Kebijakan pemerintah Indonesia yaitu menerapkan social distancing atau menjaga jarak dan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah baik pegawai negeri maupun swasta.

Kebijakan ini memiliki beberapa implikasi pada berbagai bidang, tidak terkecuali bidang pendidikan. Kebijakan tersebut menetapkan bahwa proses belajar mengajar untuk sementara dilakukan secara online/daring dari rumah masing-masing. Dengan demikian tidak terjadi tatap muka antara guru dan siswa.

Dalam pembelajaran daring siswa harus memiliki tanggung jawab personal dalam belajar, dapat mengontrol sikapnya dalm belajar, menyelesaikan tugas-tugas melalui online dan mengoptimalkan gadget yang dimiliki sebagi sumber belajar. Hal inilah yang disebut sebagai self regulated learning. Self regulated learning dapt diartikan sebagai dorongan dari individu untuk mengelola pembelajarannya sendiri, bagaimana mengatur waktu di rumah, mengatasi hambatan belajar daringnya dan menyelesaiakan tugasnya tepat waktu.

Namun tidak semua siswa memiliki self regulated learning yang baik. Di sini peran guru BK dalam membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa selama pembelajaran daring. Konsep dan model belajar yang diusung untuk tetap menjaga imunitas siswa serta api semangat mereka menjadi tantangan tersendiri bagi saya pribadi sebagai guru BK untuk membantu siswa agat tidak mengalami stres karena perubahan kebiasaan yang bersifat mendadak atau tiba-tiba. Komunikasi yang saya jalin dengan siswa melalui grup WA lebih terfokus pada bagimana membantu siswa untuk memahami situasi dan keadaan sekarang ini. Berusaha merangkai kata-kata motivasi yang bertujuan untuk menjaga kestabilan mental siswa. Memberikan alternatif-alternatif bergaul dalam kelompok melalui platform digital.

Baca juga:   Guru BK dalam Transformasi Pendidikan di Era Digital

Berita terkait pandemi virus corona tak kunjung mereda, bukan hanya kesehatan fisik tetapi virus ini juga menyerang kesehatan mental. Efek psikologis yang ditimbulkan bisa berdampak serius, juga rasa takut yang berlebihan, merasa khawatir, stres, kewalahan ditengah situasi pandemi sebenarnya adalah hal yang normal. Akan tetapi jika tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak semakin buruk bagi kesehatan mental.

Di SMP Negeri 1 Rembang, masing-masing kelas membentuk grup dan tiap guru mata pelajaran bergabung dengan kelas sesuai dengan jadwalnya. Layanan konsultasi juga diberikan kepada siswa yang mengalami hambatan dalam proses pembelajaran jarak jauh, guru BK juga melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk siswa-siswa yang diperlukan untuk dilakukan koordinasi yang lebih intensif dengan orang tua/wali siswa. Selain komunikasi, tugas yang diberikan kepada siswa juga berbentuk aktifitas yang menyenangkan dan melibatkan orang tua sehingga hal ini dapat menjadi hal yang positif karena merasa saling peduli satu dengan yang lainnya.

Kondisi pandemi ini banyak memberikan pelajaran baru bagi semua pihak, siswa, orang tua juga guru. Bersama-sama saling menguatkan, saling menjaga dan saling mengingatkan menjadi kunci di SMP Negeri 1 Rembang untuk dapat bertahan dalam kondisi saat ini. Dengan kolaborasi dan pengertian menjadikan situasi yang tidak menyenangkan ini dapat dilalui dengan baik dan dapat meminimalkan keadaan stres. Tetap memberikan semangat dan motivasi positif kepada siswa menjadi mood booster untuk mengurangi risiko depresi itu sendiri, sehingga siswa dapat terpelihara kesehatan mentalnya. (fbs1/ton)

Baca juga:   Belajar Teks Narrative Lebih Menantang dengan Reading Guide

Guru BK SMP Negeri 1 Rembang

Author

Populer

Lainnya