Membaca Pemahaman Berhuruf Jawa Melalui Media Kartu

Oleh : Satar S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA Jawa merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal yang dilaksanakan di Jateng. Bahasa Jawa mencakup empat kompetensi dasar yaitu, mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pada kompetensi membaca, siswa wajib menguasai dua keterampilan yaitu membaca bacaan berbahasa Jawa berhuruf latin, dan membaca bacaan berbahasa Jawa dengan huruf Jawa. Agar terampil membacanya, siswa harus memahami dan mengenal huruf Jawa.

Pembelajaran bahasa Jawa di kelas VII SMP Negeri 2 Kalimanah Kabupaten Purbalingga terdiri atas 9 kelas. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi, mempunyai tingkat pemahaman isi bacaan terendah terhadap membaca pemahaman bacaan berhuruf Jawa. Hal ini dapat dilihat pada saat pelaksanaan proses belajar mengajar bahasa Jawa pada kompetensi membaca dan memahami bacaan sederhana berhuruf Jawa

Tarigan (1986:71) menegaskan, membaca adalah proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Tujuan membaca pemahaman adalah untuk mencari dan memperoleh informasi yang mencakup isi dan memahami isi bacaan.

Menurut Tarigan (1986:56), tujuan membaca pemahaman adalah untuk memperoleh pemahaman mengenai standar-standar atau norma-norma kesastraan (liberary standards), resensi kritis (critical review), drama tulis (printed drama), dan pola-pola fiksasi (pattern of fiction). Siswa mengakui enggan membaca bacaan berhuruf Jawa, karena mereka merasa jenuh dengan metode yang digunakan oleh guru yaitu metode ceramah. Biasanya, setelah paparan teori, guru memberikan pertanyaan seputar isi bacaan dan tugas yang harus diselesaikan oleh siswa. Dalam mengerjakan tugas, siswa hanya mengejar target nilai tanpa memahami inti pelajaran yang sebenarnya. Siswa tidak benar-benar mengerti apa yang telah dikerjakan.

Baca juga:   Kembangkan Keanekaragaman Budaya Sendiri dengan Bahasa Jawa

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu media yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman bacaan berhuruf Jawa. Penggunaan media pembelajaran, akan mendorong siswa berinteraksi langsung dengan sumber belajar yang mengarah pada hasil belajar yang optimal.

Adapun perangkat huruf Jawa yang dipergunakan dalam ejaan bahasa Jawa ada bermacam-macam yaitu carakan, pasangan, sandhangan, angka, dan pada. Huruf carakan (aksara legena) sebagai huruf baku dalam tulisan Jawa jumlahnya ada 20 buah, yang diawali huruf ha a sampai dengan nga z. Untuk peningkatan hasil pembelajaran, butuh kartu sebagai alat peraga atau media pembelajaran.

Menurut Muryati (2002:28), alat peraga kartu mempunyai kelebihan. Pertama, kartu dapat mengongkritkan konsep yang abstrak. Kedua, kartu dapat menimbulkan persepsi yang sama pada siswa yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda sehingga dapat mengurangi terjadinya salah komunikasi. Kartu sebagai alat peraga praktik, berfungsi untuk mempermudah siswa dalam memahami konsep sehingga pembelajaran lebih menyenangkan dan efektif. Kartu yang digunakan ini, di dalamnya terdapat tulisan atau aksara Jawa. Kartu tersebut terbuat dari kartas tebal atau kertas asturo berbentuk persegi dengan ukuran 20×6 sentimeter. Di dalamnya terdapat tulisan berhuruf Jawa yang ditulis dengan warna berbeda. Kartu ini dibuat satu set berjumlah 56 kartu. Tulisan Jawa berupa kalimat pendek dan kalimat panjang. Kalimat tersebut merupakan penerapan dari perangkat huruf Jawa yang telah diterangkan oleh guru. Dengan penggunaan kartu aksara Jawa diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kalimanah. (btj2.1/ida)

Baca juga:   Macapat Menyenangkan dengan H5P

Guru SMP Negeri 2 Kalimanah, Kabupaten Purbalingga

Author

Populer

Lainnya