Museum sebagai Sarana Pembelajaran IPS yang Menyenangkan

Oleh : Soeatini, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARNG.ID, Museum adalah gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu; tempat menyimpan barang kuno (https://typoonline.com/kbbi/museum). Museum adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan.

Sejak tahun 1977, setiap 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Keberadaan museum sangat penting karena memiliki tanggung jawab dan fungsi untuk melestarikan, membina, sekaligus mengembangkan budaya masyarakat baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud.

Keberadaan museum di Indonesia menjadi sangat penting mengingat museum tidak hanya memiliki fungsi sebagai pelindung benda cagar budaya, melainkan juga sebagai tempat pembentukan ideologi, disiplin, dan pengembangan pengetahuan bagi publik. Museum memiliki tugas penting untuk mengembangkan peran pendidikan dan menarik pengunjung lebih luas dari kalangan masyarakat, lokalitas, atau kelompok yang dilayaninya. Interaksi dengan masyarakat pendukung dan pembinaan serta promosi warisan yang diampunya merupakan bagian integral dari pendidikan yang harus dilaksanakan oleh museum (https://id.wikipedia.org/wiki/Museum).

Baca juga:   Belajar IPS dengan Model Jarak Jauh

Pembelajaran saat ini pada masa pandemi Covid-19 dirasakan oleh siswa sangat membosankan, mereka yang biasanya bisa bertemu dengan teman-teman untuk belajar bersama, bermain bersama, bercanda gurau di sela-sela jam istirahat sekolah, bercerita tentang apa saja yang ditemuinya saat itu serta dapat langsung bertemu dengan bapak dan ibu guru mereka. Mendengarkan dan memperhatikan apa saja yang di jelaskan oleh guru. Mereka berharap corona cepat berlalu, sehingga bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Itulah yang dialami oleh siswa-siswi di sekolah-sekolah baik SD, SMP, SMA, SMK dan di Perguruan Tinggi. Di sekolah kami juga merasakan hal itu khususnya di SMP Negeri 4 Comal tidak hanya siswa-siswinya tetapi guru-gurunya juga merasakan hal yang sama karena belum diperbolehkan pembelajaran tatap muka. Sehingga kami berharap supaya pemerintah cepat bertindak untuk mengatasi hal itu. Kami sudah mempersiapkan langkah awal untuk mempersiapkan bentuk pembelajaran yang menyenangkan setelah sekian lama tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka yaitu dengan mengajak siswa-siswi untuk mengunjungi museum yang terdekat di sekitar daerah kami.

Baca juga:   Mengenal Anggota Tubuh

Tidak perlu jauh-jauh yang penting siswa senang, sekaligus kita bisa mengetahui hal apa saja yang ada dalam museum tesebut, benda-benda seperti apa yang bias dipamerkan. Seperti misalnya : Museum Batik yang ada di daerah Pekalongan, Museum Ranggawarsita di daerah Semarang, Museum Kereta Api di Ambarawa dan masih banyak lagi museum-museum yang bisa kita kunjungi. Selain kita bias menyenangkan siswa-siswi kita juga bias menambah wawasan, pengetahuan serta pengalaman dalam bentuk pengenalan tempat-tempat bersejarah. Dengan demikian siswa yang kami ajar khususnya siswa SMP Negeri 4 Comal merasa senang dan punya kesan yang baik dengan sudah mengunjungi museum tersebut. Sehingga terciptalah suasana pembelajaran yang menyenangkan. (ips2.2/ton)

Guru IPS SMP Negeri 4 Comal

Author

Populer

Lainnya