Model ATM3 Mengantar Siswa Menjadi Juara

Oleh : Dra. Retno Prasiwi Dayaningsih, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARNG.ID, Meningkatkan keterampilan membaca salah satunya dengan pembelajaran apresiasi sastra. Dengan apresiasi sastra dapat memberikan sikap positif, kepekaan terhadap hasil seni dan budaya Indonesia. (Puji Santoso dkk 2011: 3.21). Pembelajaran apresiasi sastra khususnya puisi dapat memotivasi peserta didik dalam berkarya, berimajinasi, berfantasi tidak sekadar mengikuti guru tetapi menciptakan sendiri karya sastra. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran apresiasi sastra khususnya puisi yaitu guru, peserta didik, dan puisi. Minat peserta didik dalam membaca puisi sangat ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyajikannya di sekolah.

Pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pembelajaran membaca puisi belum mendapatkan hasil yang optimal dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah-sekolah. Hal ini juga terjadi di SMA Negeri 1 Godong dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Masalah yang dihadapi adalah pengalaman guru dalam pembelajaran masih banyak yang harus dievaluasi dan perlu diadakan penelitian sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Permasalahan-permasalahan yang muncul berdasarkan hasil observasi tersebut dapat diatasi dengan menggunakan model ATM3.

Baca juga:   Ava Tingkatkan Keterampilan Menulis Iklan, Slogan, dan Poster

Model ATM3 kepanjangan dari Amati, Tiru, Modifikasi, Menghayati dan Mempraktikkan merupakan model pembelajaran tak jauh berbeda dengan model pembelajaran Copy the Master pada pembelajaran menulis puisi. Perbedaannya adalah model ATM3 lebih luas penggunaannya dibandingkan model Copy the Master. Model ATM3 tak hanya digunakan pada pembelajaran membaca puisi, namun juga banyak digunakan untuk kepentingan usaha/bisnis, sedangkan model Copy the Master digunakan pada pembelajaran menulis puisi. Sama halnya dengan Copy the Master yang menyajikan puisi yang telah ditulis oleh penyair, model ATM3 menyajikan pembacaan puisi oleh pembaca puisi yang disajikan menggunakan media video pembacaan puisi. Pembacaan puisi tersebut akan dicontoh dengan gaya dan ciri khas peserta didik. Oleh karena itu, model pembelajaran amati, tiru, dan modifikasi , menghayati dan mempraktikkan ini dapat menampilkan gaya dan ciri khas dari tiap-tiap peserta didik.

Tujuan penggunaan model amati, tiru, dan modifikasi, menghayati dan mempraktikkan, adalah untuk mempermudah peserta didik dalam belajar membaca puisi. Dengan ditampilkannya contoh pembacaan puisi, disadari atau tidak, peserta didik akan memiliki gambaran untuk membaca puisi dengan baik. Memunculkan ciri khas peserta didik dalam membaca puisi juga menjadi tujuan dari model pembelajaran ini. Sedangkan penggunaan media video pembacaan puisi dinilai lebih efektif dan efisien. Dengan penggunaan video pembacaan puisi, pembacaan puisi dapat disajikan berulang-ulang, guru dapat memilih contoh pembacaan puisi yang terbaik tanpa harus mengundang seorang pembaca puisi untuk hadir membacakan puisi di depan kelas.

Baca juga:   Belajar Daring PGS Lingkaran Bagi Adil Menggunakan Pentablet

Langkah-langkah dalam pembelajaran dimulai dengan memberi pemahaman mengenai model pembelajaran amati, tiru, dan modifikasi, menghayati dan mempraktikkan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan media video pembacaan puisi, beberapa contoh membaca puisi dari penyair-penyair yang sudah dikenal peserta didik. Kemudian peserta didik mengamati contoh pembacaan puisi yang baik dan benar kemudian meniru model dan memodifikasikan dengan gaya dan ciri khas peserta didik masing-masing. Dengan langkah-langkah pembelajaran ini diharapkan peserta didik mendapat kemudahan dalam belajar membaca puisi. (ips2.2/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Godong

Author

Populer

Lainnya