Tingkatkan Memori Peserta Didik pada Mapel IPA

Oleh : Karsono S.Pd M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEBIJAKAN pembelajaran jarak jauh memungkinkan pendidik untuk dapat menentukan metode pembelajarannya sendiri. Termasuk di dalamnya adalah catatan yang harus dimiliki peserta didik. Teknologi yang ditawarkan oleh platform juga banyak macamnya. Dengan berbagai aplikasi yang ditawarkan ini pendidik dapat bekerja dengan maksimal. Salah satunya adalah untuk membuat catatan. Bagaimana catatan dapat dimiliki peserta didik tanpa mereka merasa pernah membuatnya?

Langkah pertama, mengembangkan pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi yang telah disusun. Pertanyaan-pertanyaan ini harus bervariasi dari level terendah ke level yang lebih tinggi. Langkah kedua, menuliskan ataupun mentransfer daftar pertanyaan ke dalam aplikasi yang dipilih. Yang penting di sini adalah menambahkan pengaya pada aplikasi sehingga catatan dapat terbentuk sesuai format yang diinginkan. Selain itu hasilnya dapat terkirim otomatis setelah peserta didik mengirimkan hasil pekerjaannya.

Empat keterampilan abad 21 yang harus dimiliki peserta didik adalah berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Keterampilan ini harus dikembangkan dalam proses belajar dan mengajar. Diharapkan dengan empat keterampilan ini memori peserta didik terhadap materi pembelajaran menjadi tinggi.

Baca juga:   Pembelajaran PAI BP melalui Google Meet

Bagaimanakah memori peserta didik dapat meningkat dapat dikembangkan melalui beberapa tahap. Tahap pertama, mempersilahkan siswa untuk membaca terlebih dahulu materi yang akan di diujikan. Tahap ini untuk membiasakan literasi peserta didik dalam hal membaca. Membiasakan membaca dapat digunakan sebagai ajang untuk mengembangkan kemampuan menganalisis peserta didik terhadap isi bacaan serta sebagai ajang menguji kecermatan dan ketelitian. Tahap kedua, ketika peserta didik mengerjakan soal pada form yang disediakan. Benar atau tidaknya jawaban yang akan menentukan benar tidaknya catatan yang terbentuk. Jadi jawaban merupakan isi dan struktur pada catatan peserta didik.

Tahap ketiga, pemeriksaan hasil pekerjaan berupa catatan. Ketika peserta didik menerima hasil pekerjaannya, peserta didik dipersilahkan untuk mengoreksi hasil pekerjaan yang telah diterima melalui surat elektronik yang telah mereka cetak sebelumnya. Kemampuan dalam menentukan kesalahan, mampu memperbaiki serta menambahkan materi yang dianggap kurang merupakan hal yang sangat penting. Tahap ini dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan mengevaluasi peserta didik.

Kemampuan peserta didik beragam dalam memahami isi dan struktur catatan. Hal ini dapat diminimalisasi dengan meminta bantuan teman untuk dapat mengevaluasi hasil perbaikan dan tambahan catatan milik sendiri secara berpasangan. Mengutip dari Judy Willis MD (2011: 17), penyuntingan oleh teman sekelas yang konstruktif dan menghormati, para siswa dapat membaca catatan partner mereka dan memberi saran pada apa yang terlewatkan. Selain itu mereka juga bisa menemukan informasi di dalam cataan partner mereka yang mungkin ingin mereka tambahkan pada cataan sendiri.

Baca juga:   Charta Tingkatkan Motivasi Belajar Sistem Organisasi Kehidupan

Kemauan dalam menerima perbaikan ataupun tambahan, saran dan bahkan kritikan akan menjadikan peserta didik dapat memiliki sikap yang terbuka hingga berkolaborasi dengan baik. Selain itu, diskusi hasil pekerjaan dan masukan antarteman melalui kelas online dapat menjadi media komunikasi yang baik. Setidaknya inilah usaha yang dilakukan pada mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 1 Doro Kabupaten Pekalongan. Semoga dengan peningkatan memori, keterampilan abad 21 pada peserta didik yang dapat terakomodasi dari salah satu usaha ini. (bw1/ida)

Guru IPA SMPN 1 Doro, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya