Tingkatkan Kemampuan Analisis Teks Anekdot melalui PBL

Oleh : Novita Rahmawati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa bertujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi kepada orang lain baik secara lisan, tulis, maupun isyarat. Dalam kurikulum 2013, hampir sebagian besar pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pembelajaran berbasis teks. Teks merupakan perwujudan pembelajaran kegiatan sosial dan bertujuan sosial, kegiatan sosial dilakukan baik secara lisan maupun tulis.

Salah satu pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X semester 1 adalah pembelajaran teks anekdot, yaitu KD 3.6 menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot. Melalui pembelajaran tersebut diharapkan peserta didik memiliki keterampilan dalam menganalisis sebuah teks sehingga dapat melatih daya kritis, meningkatkan pemahaman, dan akhirnya mereka dapat menciptakan sebuah teks. Namun kenyataannya kemampuan menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot peserta didik kelas X IPS 4 SMAN 1 Sukorejo masih kurang. Peserta didik malas membaca teks karena tidak tahu apa manfaat dari mempelajari teks. Sebagian peserta didik juga masih belum memahami bagaimana menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot, tidak minat untuk berdiskusi, kurang antusias dan bersemangat mempelajari materi teks anekdot. Dari permasalahan tersebut, penulis mencoba mengunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dengan harapan dapat mengembangkan keterampilan peserta didik dalam menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot.

Baca juga:   Pembelajaran Apresiasi Puisi dengan Resepsi Berbasis Kontekstual

Menurut Wina Sanjaya (2006:214) Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) merupakan rangkaian pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah secara ilmiah. Model pembelajaran ini bertujuan meningkatkan kemampuan dalam menerapkan konsep-konsep pada permasalahan baru atau nyata, pengintegrasian konsep Higher Order thingking Skills (HOTS). Dalam pembelajaran dengan model ini, peserta didik dituntut aktif mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan permasalahan.

Skenario pembelajaran menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot dengan model PBL adalah, pertama, tahap apersepsi dilakukan guru dengan menngcapkan salam, sapa, memotivasi peserta didik, menyampaikan kompetensi dasar, indikator, tujuan dan manfaat mempelajai teks anekdot, menanyakan kepada siswa mengenai hal-hal tentang materi anekdot. Kedua, kegiatan inti. Kegiatan ini terdiri atas lima tahap, yakni organisasi terhadap masalah, organisasi belajar, penyelidikan individual maupun kelompok, pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah, serta analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah.

1) Tahap organisasi terhadap masalah, peserta didik diberikan permasalahan yaitu mencermati dua teks anekdot terkait menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot serta membandingkan teks satu dan teks dua. 2) Tahap organisasi belajar. Tahap ini peseta didik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 5 siswa. Setelah itu, siswa bersama kelompoknya mencermati stimulus yang kedua yaitu dua teks anekdot yang berpola dialog dan narasi. Siswa mulai berdiskusi setelah pemberian stimulus. Mereka berdiskusi terkait membandingkan struktur dan kebahasaan dari dua teks anekdot. Siswa bersama guru menyimpulkan langkah-langkah menganalisis dan membandingkan dua teks anekdot. 3) Tahap penyelidikan individual maupun kelompok, mereka berdiskusi, menganalisis dan membandingkan dua teks anekdot dari segi struktur dan kebahasaan. 4) Tahap pengembangan dan penyajian hasil penyelesaian masalah, pada tahap ini siswa bersama kelompoknya mempresentasikan hasil diskusinya. 5) Tahap analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah, pada tahap analisis dan evaluasi proses penyelesaian masalah, siswa saling menanggapi kemudian siswa memperbaiki hasil pekerjaan berdasarkan tanggapan.

Baca juga:   ACT Mudahkan Siswa Merangkai Gagasan Menjadi Artikel

Pembelajaran Menganalisis Struktur dan Kebahasaan dengan model PBL terlihat bahwa kemampuan menganalisis struktur dan kebahasaan teks anekdot meningkat dari kategori cukup menjadi baik. Hal ini berimplikasi pada hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PBL skor rata-ratanya dari 67,42 mengalami peningkatan menjadi 80,29. Secara keseluruhan skor rata-rata siswa mengalami peningkatan sebesar 12,46. (bw1/ida)

Guru IPS SMAN 1 Sukorejo

Author

Populer

Lainnya