Tebak Kata dengan KAHOOT!

Oleh : Suci Wulandari Murtiningsih, S.S

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KOSA kata atau Vocabulary merupakan salah satu komponen bahasa yang sangat penting dalam penguasaan bahasa. Seperti yang dikatakan oleh Wehmeler, dkk (2005:1707) yang dikutip dalam Cahyono dan Widiati (2008:1), kosakata adalah semua kata-kata dalam sebuah bahasa khusus.Menurut Nuttal (1989) seperti yang dikutip oleh Cahyono dan Widiati (2008:2) bahwa dengan menguasai kosa kata dengan baik, akan sangat membantu seseorang untuk menguasai setiap kompetensi kebahasaan baik reseptif (listening dan reading) maupun produktif (speaking dan writing).

Dalam mempelajari vocabulary, siswa tidak hanya mengenal banyak kata, tetapi juga harus mengingat kata-kata tersebut (Rahmawati & Sidabalok, 2016) Untuk itu guru harus merencanakan teknik yang tepat untuk mengajarkan vocabulary. Guru harus memahami materi sehingga bisa dikuasai oleh siswanya, membuat mereka tertarik dan bahagia di dalam kelas. Menurut Brown (2001:377-378) rambu-rambu untuk pengajaran kosakata yang komunikatif antara lain: ada waktu khusus untuk pembelajaran kosakata; belajar kosakata dalam konteks; sering menggunakan kamus monolingual; dan mengembangkan strategi untuk menebak kata.

Seiring dengan perkembangan teknologi, maka pemanfaatannya menjadi sebuah keharusan dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran. Untuk mengembangkan strategi pembelajaran vocabulary penulis menggunakan aplikasi berbasis internet bernama Kahoot!. Yaitu salah satu student respons system yang berbasis permainan (game). Sesuai dengan teory Malone (1980:249) yang mengatakan bahwa sesuatu akan menjadi menyenangkan untuk dipelajari jika terdapat tiga unsur berikut: tantangan, fantasi dan membangkitkan keingintahuan. Kahoot! dengan fitur quiz serta tampilaan grafis disertai music latar telah sesuai dengan teory Malone tersebut.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris Mudah dengan Running Dictation

Sebelum memutuskan untuk menggunakan Kahoot!, penulis sebagai pengajar kelas VIII.7 di SMPN 23 Depok, mengidentifikasi bab-bab yang didalamnya terdapat kosa kata yang baru dan sulit. Dimana kosa kata tersebut yang akan diajarkan menggunakan Kahoot! Kemudian, penulis membuat daftar kata yang terkait dengan tema dalam bab tersebut. Daftar kata tersebut dikelompokkan sesuai dengan jenis kata, yaitu kata kerja, kata benda, dan kata sifat. Setelah sejumlah kata didapatkan, penulis mencari gambar atau clip art yang sesuai dengan kosa kata tersebut, terutama untuk kata kerja. Setelah itu, penulis mulai membuat quiz menggunakan Kahoot! Bentuk pertanyaan quiz antara lain tebak gambar, menyebutkan arti atau terjemahan, menyebutkan bentuk verb, menyebutkan bentuk tunggal dan jamak, mencari definisi, dan melengkapi kata.

Sebelum pembelajaran menggunakan Kahoot!, penulis telah memberitahu siswa untuk membawa HP masing-masing dengan kuota internet yang cukup. Kemudian, game show dapat dimulai di dalam kelas. Permainan ini bisa digunakan sebagai apersepsi atau kegiatan pembuka agar siswa bersemangat dan tertarik untuk mengikuti pelajaran sampai akhir. Dalam game show ini , penulis bertindak sebagai host. Setelah laptop penulis terhubung dengan proyektor dan tayang pada layar, siswa diminta untuk mengakses kahoot.it menggunakan HP masing-masing, memasukkan kode permainan yang muncul di layar , dan mulai menjawab pertanyaan. Salah satu fitur Kahoot! yang menyenangkan adalah adanya Setelah permainan berakhir, penulis mereview kosakata yang telah ‘dipelajari’ dalam permainan tersebut. Kegiatan selanjutnya, siswa diminta mengerjakan aktivitas yang terkait dengan kosakata dalam LKPD yang disediakan. Hasilnya, siswa mengerjakan dengan lebih bersemangat dan jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar lebih banyak.

Baca juga:   Efektivitas Lagu sebagai Media Pembelajaran Imperative Sentences melalui Song Base Learning

Keuntungan menggunakan Kahoot! sebagai media pembelajaran antara lain meningkatkan rasa ketertarikan siswa terhadap materi yang sedang dipelajari, meningkatkan dinamika kelas karena terdapat tantangan untuk bersaing mendapatkan poin tertinggi, dan diharapkan meningkatkan pemahaman pada materi yang diajarkan. Selain digunakan didalam kelas, Kahoot! juga dapat digunakan sebagai “homework” dikerjakan di rumah, sesuai untuk Pembelajaran Jarak Jauh di masa pandemic ini. Namun, ada juga dampak yang tidak diharapkan dari Kahoot! diantaranya siswa hanya fokus pada permainan dan sulit untuk kembali berfokus pada pelajaran. Selain itu, untuk memainkannya, dibutuhkan kuota internet dan jaringan internet yang cukup kuat. (pai1/zal)

Guru Bahasa Inggris, SMPN 23 Depok, Kota Depok

Author

Populer

Lainnya