Meningkatkan Kemampuan Guru melalui Supervisi Pengajaran

Oleh : Rela Kusumasari, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mengajar merupakan suatu pekerjaan yang kompleks, terutama bagi seorang guru yang belum banyak pengalaman. Pada saat guru sedang mengajar, pusat perhatiannya harus tertuju pada dua hal, yakni: (1) siswa yang harus aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar, dan (2) guru itu sendiri yang sedang mengajar dengan menerapkan strategi mengajar yang dipilihnya. Ketika seorang guru menjelaskan pelajaran di depan kelas, maka pada saat itu terjadi kegiatan mengajar, tetapi dalam kegiatan itu tak ada jaminan telah terjadi kegiatan belajar pada setiap siswa yang diajarnya.

Pada umumnya guru memusatkan perhatian kepada siswanya saja, sehingga ia mengabaikan unjuk kerja mengajarnya sendiri yang dimungkinkan menjadi penyebab terjadinya kegagalan dalam proses belajar mengajar di kelas. Sebaliknya, jika guru terlalu memusatkan perhatian pada unjuk kerja mengajarnya sendiri dan mengabaikan proses belajar siswanya, maka dimungkinkan guru mengajar dengan baik, tetapi siswanya tidak belajar dengan aktif. Jadi perhatian guru harus simultan tertuju pada dirinya sendiri dan siswanya dalam proses interaksi belajar dan mengajar yang efektif agar dapat mencapai tujuan pembelajaran seperti yang telah direncanakan.

Baca juga:   Pembelajaran Empati terhadap Sesama melalui Sosiodrama

Oleh karena itu, guru perlu mendapat pembinaan yang terus-menerus melalui supervisi atau pengawasan. Pelaksanan pengawasan yang ditekankan pada proses pembelajaran lebih dikenal dengan istilah supervisi pengajaran (educational supervision atau instructional supervision). Glickman (Muslim, 2013:43), menyebutkan bahwa tujuan supervisi pengajaran adalah membantu guru, bagaimana belajar meningkatkan kemampuan mereka sendiri guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan bagi siswa-siswanya. Penekanan penting dari tujuan supervisi pengajaran ini adalah menjamin proses belajar mengajar, pengembangan kurikulum dalam pembelajaran, dan pengembangan personal semakin berkualitas.

Supervisi pengajaran perlu diarahkan pada upaya-upaya yang sifatnya memberikan kesempatan kepada guru untuk berkembang secara profesional. Sehingga mereka lebih mampu melaksanakan tugas pokoknya, yaitu memperbaiki dan meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Supervisi pengajaran merupakan kegiatan yang “menciptakan” kondisi yang layak bagi pertumbuhan profesional guru secara terus-menerus. Kegiatan supervisi pengajaran memungkinkan guru memperoleh arah diri dan belajar memecahkan sendiri masalah-masalah yang dihadapi dalam pembelajaran dengan imajinatif, penuh inisiatif, dan kreativitas, bukan konformitas” (Djam’an Satori, 1989).

Baca juga:   Supervisi Kepala Sekolah Meningkatkan Kinerja Guru secara Profesional

Beberapa alasan yang mendasari pentingnya supervisi pengajaran. Pertama, supervisi pengajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kedua, supervisi pengajaran dapat memadukan perbaikan pengajaran secara relatif menjadi lebih sempurna secara bertahap. Ketiga, supervisi pengajaran relevan dengan nuansa kurikulum yang berorientasi pada pencapaian hasil belajar secara tuntas, sehingga supervisi pengajaran memberikan dukungan langsung pada guru dalam mengupayakan tercapainya tingkat kompetensi tertentu pada siswa. Keempat, supervisi pengajaran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Dengan demikian, upaya-upaya memperbaiki proses belajar mengajar perlu terus dilakukan untuk peningkatan mutu pembelajaran dan diharapkan berdampak pada hasil belajar siswa. (bp1/ton)

Kepala SMP Negeri 17 Depok Jawa Barat

Author

Populer

Lainnya