Kombinasikan Pembelajaran Jarak Jauh dengan Tatap Muka

Oleh : Nurulisnaini S.TP

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dunia pendidikan telah memasuki masa pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu. Di tengah tuntutan kurikulum, ada keselamatan peserta didik, guru dan pelaku pendidikan yang harus tetap diutamakan. Untuk itu, semua pihak perlu duduk berdampingan, meski tidak dalam satu ruangan, guna merumuskan solusi pendidikan ideal di era new normal dan mengajak semua elemen berkontribusi dalam memberikan solusi.

Sebagai upaya mencari solusi pembelajaran yang ideal di era new normal, salah satu tantangan belajar dari rumah adalah kedisiplinan. Pada saat kondisi work from home (WFH) dan anak-anak belajar dari rumah (BDR), tantangannya adalah bagaimana memastikan anak-anak belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan sekolah dengan disiplin.

Untuk itu, bekerjasama dengan semua pihak seperti platform pendidikan dan telah menyiapkan konten digital yang akan disalurkan untuk guru-guru. Konten tersebut biasa dimodifikasi oleh para guru guna menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing murid di lapangan.

SMPN 1 Wonotunggal Kabupaten Batang misalnya, dari jumlah 32 murid, hanya setengahnya yang masuk dengan sistem tatap muka diselang-seling (sehari berangkat sehari libur) dan wajib mematuhi protokol kesehatan. Siswa akan diajar secara bergiliran (shift model) untuk menghindari kerumunan. Walau begitu, pihak sekolah tidak akan memaksakan bila orang tua tidak mengizinkan anak ke sekolah. Bagi orang tua yang belum bisa mengizinkan anak ke sekolah, maka sekolah akan mengirimkan tugas pembelajaran.

Baca juga:   Implementasi Materi Peluang Usaha di Masa Pandemi

Di era new normal, tak menutup kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan terus dilanjutkan dan dikombinasikan dengan belajar tatap muka. Perpaduan itu dikenal dengan istilah blended learning. Untuk menyukseskan blended learning perlunya pelatihan di bidang IT untuk para guru. Guru yang kini sudah mulai kreatif dalam menyuguhkan konten pembelajaran. Kreativitas tersebut diharapkan bisa menghasilkan konten belajar yang bermutu untuk anak-anak.

Terkait dengan segala tantangan PJJ, maka perlu mengadakan pembelajaran online seperti yang dilakukan di sekolah kami SMP Negeri 1 Wonotunggal melalui, google form, google classroom, dan google meet. Dengan harapan proses pembelajaran dapat berlangsung efektif dan efisien.

Fungsi dan keunggulan Google Classroom, proses setting pembuatan kelas yang cepat dan nyaman, hemat dan efisiensi waktu, mampu meningkatkan kerjasama dan komunikasi, penyimpanan data yang terpusat. Berbagi sumber daya yang efisien, praktis dan cepat. Mudah digunakan. Google form memiliki tampilan yang simpel sehingga dapat digunakan oleh pengguna awam. Selain itu, google form juga memiliki fitur drag-and-drop yang memudahkan pengguna untuk mengedit form. Google meet memiliki kelebihan mudah penggunaannya, serta dapat berkomunikasi lewat layar secara langsung.

Baca juga:   Asyik Belajar Ekonomi dan Pemanfaatan SDA dengan Discovery Learning

Meski begitu, ada pendidikan karakter, pembiasaan baik, praktik, keterampilan, yang mungkin tidak akan ditemukan saat PJJ. Kondisi ini memberikan pembelajaran bahwa peran guru tak tergantikan. Kehadiran guru secara fisik dan kontak dengan siswa, harus tetap ada untuk pembinaan karakter kedisiplinan. Ada kebiasaan-kebiasaan baik yang tidak bisa dipisahkan dari kehadiran guru. (pai1/ida)

Guru SMPN 1 Wonotunggal

Author

Populer

Lainnya