Google Classroom sebagai Alternatif Pembelajaran Daring Al Qur’an

Oleh: Rahmi, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, EKSISTENSI Al-Qur’an di tengah-tengah manusia memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah sebagai Al Huda atau petunjuk, artinya menjelaskan dan memberitahu manusia tentang jalan yang dapat menyampaikannya kepada tujuan hidup yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat. Membaca Al-Qur’an selain menjadi ibadah, juga sebagai sarana belajar, karena Al-Qur’an itu sangat lengkap mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Setiap mukmin berkewajiban belajar dan mengajarkannya, sesuai keindahan lagunya dengan lancar dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dengan qira’at dan tajwid. Hukum bacaan tadwid diantaranya adalah bacaan Mad, Al Qamariyah, Al Syamsiyah, Qalqalah, Izhar, Idgham, Ikhfa’ yang tak asing di telinga ketika kita membaca Al-Qur’an.

Sejak virus Covid-19 melanda dunia, khususnya di Indonesia, semua aktivitas terpaksa dilakukan dari rumah dengan tagline ‘Stay at Home’. Semua melakukan kegiatan dari rumah dan tidak boleh berkumpul. Sama halnya dalam dunia pendidikan yang secara keseluruhan aktivitas pembelajarannya dilakukan dari rumah melalui online. Guru dan siswa dipaksa saling berkomunikasi dalam pembelajaran daring melalui berbagai aplikasi online seperti zoom, whattshap, google classroom dan lain-lain. Hal ini juga terjadi di SD Negeri 01 Wringinagung di Kabupaten Pekalongan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang biasanya selalu menggunakan praktek langsung membaca Al-Qur’an secara face to face, kini guru hanya bisa memberikan contoh saja di youtube agar bisa di ikuti dengan tata cara membaca yang benar sesuai tajwid.

Baca juga:   Jiwa Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Guru

Dalam kesempatan ini penulis akan merefleksikan pembelajaran AL-Qur’an melalui jaringan internet. Seperti yang diterapkan di SDN 01 Wringinagung, Kabupaten Pekalongan. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring kelas V, KD 4.1 dengan pokok bahasan Menunjukkan hafalan Q.S At Tiin dengan lancar di mulai dengan meliputi kegiatan sebagai berikut : mengarahkan siswa-siswa terlebih dahulu via grup whattshap kelas, untuk masuk ke dalam google classroom guna menerima materi yang diberikan. Setelah itu, proses interaksi antara guru yang bersangkutan dengan para siswa terjadi di dalam google classroom. Guru terlebih dahulu mengirimkan materi kemudian menjelaskan sedikit maksud dan tujuan dari materi tersebut, setelah siswa mengerti barulah guru memberikan beberapa tugas kepada siswa yang selanjutnya dikerjakan langsung di google classroom. Biasanya tugas yang diberikan berupa video tentang cara siswa membaca Al-Qur’an dengan benar. Siswa memvideokan bacaan Al Qur’an-nya kemudian mengirimkannya kepada guru.

Di era serba digital saat ini, belajar Al-Qur’an bisa jadi jauh lebih mudah. Apalagi dengan kehadiran website atau youtube penyedia berbagai macam cara orang membaca Al-Qur’an. Web maupun youtube ini memiliki visi menjadi salah satu rujukan terpercaya dalam mencari bacaan ayat yang cepat dan mudah digunakan. Di dalamnya juga lenkap dengan panduan membaca sesuai tajwid, makhrojul huruf, arti maupun Asbabun nuzul. Karenanya, anak lebih senang dan cepat mengusai teknologi online. Tentunya juga menjadi menarik jika anak mengikuti perkembangan zaman teknologi yang semakin cepat. Meskipun demikian diperlukan pengawasan dari orang tua dan guru secara langsung agar tidak terjadi penyalah gunaan untuk selain pembelajaran. (bp2/zal)

Baca juga:   Perlunya Komunikasi Guru dalam Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti

Guru SDN 01 Wringinagung, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya