RME Meningkatkan Semangat Belajar Siswa dalam Mupel Matematika

Oleh : Cicik Setyaningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam proses pengalaman belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Syaiful 2010:16).

Metode mengajar dalam suatu kelas adalah tolok ukur seberapa besar tingkat kemampuan siswa dapat menerima suatu materi yang diberikan guru di setiap wilayah itu berbeda-beda. Kebanyakan guru hanya ceramah tanpa melibatkan siswa secara aktif, seperti selama ini yang dilakukan di SDN Kalimade Kelas VI pada pembelajaran matematika. Terutama dalam materi bangun ruang dan lainnya. Penguasaan siswa dalam mupel matematika dari berbagai kompetensi dasar tersebut masih sangat rendah hal ini dibuktikan setiap pembelajaran matematika hanya 35-40 persen saja anak yang telah mencapai nilai dari kriteria ketuntasanminimal (KKM) dan siswa kelihatan sekali tidak memiliki keantusiasan dalam menerima materi dan terkesan jenuh.

Dalam hal ini salah satu alternatif untuk meningkatkan pemahaman dan memotivasi semangat belajar siswa adalah dengan cara pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) yaitu pengajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang real bagi siswa yang menekankan keterampilan proses, berdiskusi, berkolaborasi beragumen dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyelidiki dan memahami konsep matematika melalui situasi yang nyata.

Baca juga:   Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Sudarman Benu (2000:204) pendekatan RME adalah pendekatan yang menggunakan masalah situasi dunia nyata atau sebuah konsep sebagai titik tolak dalam belajar matematika.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode RME adalah antara lain guru memberikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari kepada siswa dan siswa diminta untuk memahami masalah tersebut. Guru memberikan petunjuk-petunjuk dari permasalahan yang belum dipahami guru tidak mentransfer rumus akan tetapi mengarahkan ke perkembangan model, skema dan simbolisasi, kemudian siswa mendeskripsikan masalah tersebut dengan aspek matematika dan memikirkan strategi pemecahan masalah tersebut secara individu.

Selanjutnya siswa bekerja menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya dari guru, sehingga dimungkinkan adanya perbedaaan cara atau strategi yang berbeda dalam memecahkan masalah matematika dari siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Dan guru hanya mengamati, memotivasi dan memberikan bimbingan. Selanjutnya guru membuat kelompok secara berpasangan dengan teman sebangkunya mereka diminta bekerja sama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu dengan cara bernegosiasi, membandingkan hasil yang telah dilakukan secara indvidu dan guru memberikan bantuan yang dibutuhkan kemudian secara kelompok siswa membuat pertanyaan selanjutnya diminta mempresentasikan di depan kelas.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Perkalian dengan Jarimatika

Sedangkan kelompok lain menanggapinya dan guru sebagai fasilitator. Dan alhamdulilah setelah menggunakan pendekatan RME (Realistic Mathematics Education) dalam pembelajaran matematika di SDN Kalimade kelas VI banyak perubahan yang semula hanya 35-40 persen saja sekarang meningkat menjadi 55-63 persen. Menjadikan pembelajaran matematika lebih menarik, relevan dan siswa dapat menemukan jawaban dari sebuah permasalahan dengan caranya sendiri tanpa menggunakan penyelesaian yang baku tapi tidak mengubah hasil dan konsep yang seharusnya.

Dengan demikian untuk memecahkan masalah- masalah yang ada di mupel matematika siswa merasa senang tidak mengantuk dan tidak membosankan. (db2lis)

Guru SDN Kalimade, Korwil Bidik Kesesi, Pekalongan

Author

Populer

Lainnya