Pendekatan Experiential Learning dengan Google Site Tingkatkan Kemandirian

Oleh : Rina Kusumawardhani S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN nasional bertujuan mewujudkan pendidikan karakter peserta didik yaitu beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam menyongsong abad 21, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Karena itu, tugas lembaga pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter. Salah satu karakter utama dari pendidikan karakter adalah kemandirian. Yakni, kemampuan mengelola semua yang dimiliki, tahu bagaimana mengelola waktu, berpikir dan berjalan secara mandiri disertai dengan kemampuan mengambil risiko dan memecahkan masalah.

Dalam penerapan peningkatan karakter peserta didik, guru pembimbing dapat menggunakan pendekatan experiential learning. Yakni, suatu pendekatan dalam memberikan layanan bimbingan dengan menggunakan dinamika efektif bagi perkembangan individu yang terlibat. Dengan pendekatan ini, mampu menghadirkan keterlibatan peserta didik, meningkatkan spontanitas, munculnya perasaan positif, meningkatkan minat atau gairah untuk semakin terlibat dalam proses, memungkinkan terjadinya katarsis, dan meningkatkan kemampuan sosialnya. Dalam penerapan pendekatan experiential learning dalam meningkatkan kemandirian peserta didik melalui google site ada empat fase, 1) concrete experience (feeling) merupakan tahap belajar melalui intuisi dengan menekankan pengalaman personal, guru pembimbing memberikan rangsangan dan motivasi pengenalan terhadap pengalaman melalui gambar, cerita, video ataupun film, yang di mana materi-materi bimbingan untuk meningkatkan karakter kemandirian diposting ke dalam google site. 2) Reflective observation (watching) yaitu mengamati sebelum membuat suatu keputusan dengan mengamati lingkungan dari perspektif berbeda, yaitu peserta didik mengobservasi atau merefleksikan dari tayangan video/film maupun cerita untuk meningkatkan kemandirian peserta didik melalui link google site yang disebarkan kepada peserta didik dan guru pembimbing memberikan pertanyaan-pertanyaan reflektif. 3) Abstract conceptualization (thinking) yaitu analisa logis dari gagasan-gagasan dan bertindak sesuai pemahaman pada suatu situasi sehingga memunculkan ide atau konsep baru, di sini guru pembimbing mengakomodasi kegiatan serta membagikan lembar kerja melalui google form. 4) Active experimentation (doing) berarti kemampuan untuk melaksanakan berbagai hal dengan orang-orang dan melakukan tindakan berdasarkan peristiwa, untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Dalam fase ini, guru pembimbing mengajak peserta didik menyimpulkan, merefleksikan, membuat komitmen yang peserta didik menulis di kolom yang sudah disediakan melalui google form yang disisipkan dari google site.

Baca juga:   Kaca Vidar Menumbuhkan Kepercayaan Diri pada Anak Berkebutuhan Khusus

Jika dilihat dari penerapan experiential learning melalui google site sangat relevan bila diterapkan dalam upaya meningkatkan karakter kemandirian peserta didik. Melalui pendekatan ini, meningkatkan spontanitas, lahirnya perasaan positif, meningkatkan minat atau gairah untuk lebih terlibat dalam proses kegiatan, memungkinkan terjadinya katarsis, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sosial, meskipun layanan tidak diberikan melalui tatap muka secara langsung. Sehingga tujuan dari pendekatan experiential learning melalui google site dapat meningkatkan karakter kemandirian peserta didik. (ips2.2/ida)

Guru Bimbingan Konseling SMPN 2 Warungasem, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya