Menulis Buku Harian Lebih Efektif Tingkatkan Kemampuan Siswa

Oleh : Chasanah S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PELAJARAN bahasa Indonesia pada jenjang SD menekankan empat keterampilan yaitu, membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Selain itu, menekankan pada kompetensi berkomunikasi aktif yaitu berbicara dan menulis.

Menulis adalah belajar berpikir dengan cara tertentu, tulisan berguna sebagai alat komunikasi tidak langsung. Melalui tulisan penulis menjelaskan isi pikiran dan masalah–masalahnya (Tarigan, 1983:22).

Menulis adalah salah satu skill yang harus diajarkan tingkat SD. Namun kenyataannya, kemampuan menulis kalimat dan karangan masih rendah. Hal itu diperparah dengan kurangnya motivasi dari lingkungan.

Bahkan sampai saat ini, masih banyak siswa yang kesulitan dalam penguasaan keterampilan menulis dalam pelajaran bahasa Indonesia. Salah satunya, saat peserta didik mengerjakan soal berbentuk uraian. Sering kali tidak bisa mengerjakan dengan sempurna. Bahkan ada yang tidak dikerjakan sama sekali, meskipun guru sudah memberitahu bahwa bobot nilai dari soal uraian itu lebih besar dibanding skor pada soal pilihan ganda. Akibatnya nilai rata-rata bahasa Indonesia sangat rendah. Salah satunya diakibatkan karena soal yang berbentuk uraian tidak dikerjakan dengan tuntas.

Baca juga:   Emosi Sumber Inspirasi Puisi di WA Story

Padahl menulis merupakan kemampuan untuk menguraikan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan dengan tujuan berkomunikasi dengan pembaca. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keterampilan menulis peserta didik. Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari peserta didik, guru, ataupun dari luar. Faktor utama yang mengakibatkan rendahnya penguasaan keterampilan menulis bahasa Indonesia pada peserta didik, salah satunya kurang kreativitas guru untuk menerapkan teknik mengajar yang menarik dan tepat dalam pembelajaran.

Untuk memudahkan dan menarik minat peserta didik, maka penulis menerapkan teknik penugasan menulis buku harian. Teknik ini terbilang efektif dan efisien, bisa dipergunakan guru untuk mengatasi kendala–kendala dalam penguasaan kemampuan menulis bahasa Indonesia. Samuel Pepis (1990) menegaskan, buku harian adalah sebuah buku yang diprgunakan untuk menyimpan catatan seseorang tentang pengalamannya.

Langkah-langkah penugasan penulisan buku harian, dengan cara memberikan tugas untuk membuat cerita atau karangan sederhana dan singkat dengan topik yang sudah ditentukan oleh guru. Kemudian guru memberikan penjelasan tentang topik yang akan dipelajari dan membagikan sebuah bacaan. Selanjutnya guru dan peserta didik bertanya jawab tentang kosa kata yang dirasakan sulit.

Baca juga:   Menerapkan Discovery Learning dalam belajar Interaksi Sosial

Dalam penugasan menulis buku harian, peserta didik diberikan kebebasan dan keleluasaan untuk mencari tema yang sesuai dengan apa yang mereka ingin tuliskan. Setelah menggunakan teknik penugasan menulis buku harian, ada peningkatan keterampilan menulis bahasa Indonesia. Jauh lebih efektif, dibandingkan teknik meringkas. Selain itu, peserta didik mampu meningkatkan kekritisan dalam berpikir. Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk meringkas bacaan yang sudah diberikan sebelumnya.
Teknik penugasan menulis buku harian dinilai efektif karena dikerjakan di rumah. Ini dapat menjadi solusi pada saat kondisi pandemi Covid-19. Penugasan ini juga dinilai efisien karena tidak membutuhkan biaya.

Kelebihan dari teknik menulis buku harian di antaranya dapat membantu peserta didik meningkatkan penguasaan kosa kata, meningkatkan kekritisan peserta didik dalam mengembangkan ide dan imajinasi peserta didik. Hasilnya, peserta didik dapat meningkatkan kemampuannya sehingga lebih lancar dalam menulis. (pai1/ida)

Guru SD Negeri 2 Purwojati, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo

Author

Populer

Lainnya