Tingkatkan Skill Bolabasket lewat Pendekatan Inklusi

Oleh: Resanto, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGAJARAN khususnya dalam pendidikan jasmani dapat dipandang sebagai seni dan ilmu (art and science). Sebagai seni, pengajaran hendaknya dipandang sebagai proses yang menuntut intuisi, kreativitas, improvisasi, dan ekspresi dari guru. Ini berarti guru memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan dan tindakan proses pembelajaran selama dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan pandangan hidup dan etika yang berlaku.

Menurut pendapat Siedentop (dalam Bucher,1988:550) pengajaran dapat dan harus dapat dipelajari dari sisi teori ilmiah untuk mengembangkan teori pengajaran. Walaupun proses untuk membentuk teori pengajaran pendidikan jasmani merupakan perjalanan yang panjang, namun upaya untuk memahami tentang proses pengajaran merupakan arah yang harus dituju, selama “body of knowledge” tentang pengajaran belum mapan, atau selama pengajaran cenderung merupakan seni, maka perilaku guru dalam pengajaran akan menjadi tetap menarik untuk dikaji.

Pembelajaran materi kompetensi dasar permainan bolabasket di kelas VII SMP Negeri 17 Semarang, masih mengalami hambatan terkait dengan ketersediaan sarana- prasarana dan makin dinamisnya perubahan kondisi lingkungan sekitar. Perkembangan dunia internet dan era digital demikian pesatnya sehingga berpengaruh terhadap pola pikir dan pola aktivitas fisik sehari-hari. Akibatnya muncul beragam peserta didik dengan keterampilan dan minat yang berbeda-beda.
Berakar dari permasalahan pembelajaran penjasorkes materi bolabasket di SMP Negeri 17 Semarang di atas, guru menerapkan gaya mengajar “Inklusi” (cakupan). Inti pembelajaran gaya inklusi, adalah anak diberikan tugas yang berbeda-beda, berdasarkan pada tingkatan kemampuannya hasil dari tes awal serta pengamatan guru. Sisi positif dari gaya Inklusi adalah semua perbedaan individu difasilitasi dan diberikan altenatif pilihan tugas sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.
Berikut ini pelaksanaan Gaya Inklusi; Menjelaskan tentang gaya inklusi kepada siswa.Substansi dari pembelajaran gaya inklusi adalah mengakomodasi perbedaan individu pada siswa. Pemberian tugas pada siswa didasarkan pada data awal kemampuan fisik siswa. Setelah tugas awal telah dikuasai siswa, maka tugas ditingkatkan menjadi lebih tinggi komplektifitasnya.

Baca juga:   Edukasi Diet dalam Pembelajaran PJOK

Demonstrasi contoh pelaksanaan tugas sebagai ilustrasi gambaran tugas yang akan dilaksanakan.Sebagai contoh pada materi bolabasket teknik dasar lay-up shoot, diberikan tiga pilihan tugas ; a. Lay-up shoot jarak 1 langkah dari ring, b. Lay-up shoot jarak 3 langkah dari ring, c. Lay-up shoot jarak 5 langkah dari ring. Masing-masing dilakukan 5 kali.

Siswa melakukan tugas. Pada tahap ini siswa melakukan tugas sesuai pilihan awal. Apabila telah dikuasai maka meningkat ke tugas diatasnya. Pada pilihan tugas tertinggi ditingkatkan faktor kesulitannya, misalkan dalam materi ini ditingkatkan lay-up shoot dari tiga arah penjuru.

Memberikan umpan balik kepada siswa tentang peranannya sebagai pengambil keputusan.-Tanyakan bagaimana mereka memilih tugas-tugas ini.-Fokuskan perhatian pada penggunaan umpan balik yang netral, agar siswa dapat mengambil keputusan tentang tingkat tugas yang sesuai dengan kemampuannya. Amati kesalahan-kesalahan dalam penampilan siswa dan kriteria untuk penampilan dalam tugasnya.

Dengan pembelajaran gaya inklusi ini, merupakan alternative gaya mengajar yang sesuai dengan daya dukung sekolah dengan intake siswa. Kesesuaian aspek dengan daya dukung tadi menghasilkan efek positif yaitu: Meningkatkan minat dan antusiasme siswa kelas VII SMP Negeri 17 Semarang dalam mengikuti pembelajaran materi bolabasket. Meningkatkan keberanian dan kejenuhan siswa terutama siswa putri untuk bermain bolabasket yang tadinya takut. Dengan demikian keterampilan/skill bermain bolabasket siswa SMP Negeri 17 Semarang khususnya kelas VII dapat meningkat secara signifikan. (ips2/zal)

Baca juga:   Manfaatkan Google Form, Tingkatkan Pembelajaran PJOK di Era Pandemi

Guru SMPN 17 Semarang

Author

Populer

Lainnya