Role Playing pada Pembelajaran PAI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran merupakan salah satu langkah penting dari berlangsungnya beberapa kegiatan pembelajaran. Pada proses pembelajaran terkandung inti dari penyampaian pengetahuan dari guru kepada siswanya. Keberhasilan siswa terhadap pencapaian pemahaman materi pembelajaran terletak pada proses pembelajaran. Guru harus dapat menyajikan proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran yang efektif apabila kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuannya, yaitu peserta didik dapat meraih target sesuai dengan kriteria target pada perencanaan awal. Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peserta didik dapat menyerap materi pelajaran dan mempraktekannya sehingga memperoleh kompetensi dan keterampilan terbaiknya. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif apabila guru dapat menerapkan strategi dan metode pembelajaran yang efektif.

Penggunaan variasi model pembelajaran ketika guru mengajar akan mempengaruhi pembelajaran menjadi lebih efektif, walaupun tidak dapat menjadi jaminan bahwa dengan kebervariasian model pembelajaran akan memotivasi siswa, setidaknya dapat menjadi jaminan tumbuh berkembangnya motivasi dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran dan dengan kebervariasian menggunakan model itu, guru benar-benar berusaha secara maksimal untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran yang kooperatif akan meningkatkan minat siswa untuk berpartisipasi secara maksimal.

Baca juga:   Pembelajaran Menyajikan Teks Persuasi dengan Media Iklan dan Poster

Penulis sebagai guru SMP Negeri 1 Kandangserang memanfaatkan model pembelajaran yang kooperatif dengan tehnik role playing pada pembelajaran PAI dan BP kelas tujuh materi tentang hormat, patuh kepada kedua orang tua dan guru, dan empati kepada sesama. Model pembelajaran role playing disampaikan beberapa tokoh diantaranya oleh Tangdilintin (2008) menyatakan bahwa model role playing dapat juga disebut sebagai sosiodrama. Dia menyatakan bahwa model ini dapat menunjukkan dampak dari tekanan yang kita berikan ke orang lain, mampu menunjukkan suatu kondisi kehidupan yang nyata, dan menghentikan sementara suatu drama secara tepat untuk mencari tahu dan merefleksikan perasaan yang ditunjukkan oleh peran tersebut.

Kemudian Fatmawati (2015) juga mengungkapkan bahwa role playing atau bermain peran merupakan suatu model pembelajaran yang meminta siswa untuk melaksanakan suatu peran sesuai dengan skenario yang telah disusun. Tujuannya untuk mencapau kompetensi yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

Tahapan pelaksanaan proses pembelajaran model role playing yaitu guru menyiapkan skenario pembelajaran. Kemudian guru menunjuk beberapa murid untuk mempelajari skenario tersebut, disusul dengan pembentukan kelompok murid. Langkah selanjutnya adalah guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, dilanjutkan menunjuk murid untuk melakonkan skenario yang telah dipelajarinya. Presentasi hasil kelompok dengan menampilkan drama didepan kelas. Guru memberikan bimbingan dan penyimpulan terhadap penampilan serta melakukan refleksi. (bp2/zal)

Baca juga:   Aplikasi Google Meet untuk Pembelajaran Daring di SD Islam Raden Fatah

SMPN 1 Kandangserang, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya