Peran Guru Membumikan Bahasa Jawa

spot_img

RADARSEMARANG.ID. Bahasa daerah adalah salah satu bahasa yang lazim digunakan di suatu daerah. Misalnya di Pulau Jawa ini. Salah satu bahasa daerah yang ada di Pulau Jawa adalah bahasa Jawa yang digunakan oleh suku Jawa seperti kita. Di dalam dunia pendidikan pun bahasa Jawa telah masuk ke dalam muatan lokal.

Namun saat ini bahasa Jawa sudah mulai memudar. Utamanya di dunia pendidikan. Banyak peserta didik yang sudah merasa tidak semangat ketika akan melaksanakan pelajaran bahasa Jawa. Hal itu disebabkan di dalam kehidupan sehari-hari peserta didik sudah jarang sekali menggunakannya, apalagi untuk mempelajarinya. Tidak hanya dari segi peserta didik, bagi beberapa pendidikpun sudah ada yang menganggap sepele pelajaran bahasa Jawa, karena tidak masuk ke ujian nasional. Padahal nilai bahasa Jawa yang masuk dalam muatan lokal juga masuk ke dalam nilai rapot maupun SKHP (surat keterangan hasil prestasi).

Pendidik lebih dominan mengejar materi tema. Hal itu terbukti ketika ada salah satu peserta didik ketika ditanya tugas daring, hanya berkaitan soal tema, agama, dan PJOK. Jarang sekali mendapat tugas bahasa Jawa. Begitu pula ketika pelajaran tatap muka.

Hal itu tidak bisa dibiarkan, karena bagaimanapun juga bahasa Jawa merupakan peninggalan leluhur kita yang harus tetap kita lestarikan. Di sini penulis akan menuliskan beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk tetap melestarikan bahasa Jawa.

Baca juga:   Mendalami Sandhangan Swara melalui TGT

Seperti yang sudah penulis laksanakan di SD Negeri Kutowinangun 04, dan memang hasilnya pun sangat berpengaruh terhadap rasa cinta peserta didik ke bahasa Jawa.
Pertama, pendidik dapat menggunakan bahasa Jawa dalam kegiatan sehari-hari, bisa pas di luar pembelajaran. Misalnya waktu istirahat, membuka dan menutup pelajaran menggunakan bahasa Jawa. Jika masih dalam pembelajaran daring, ya berupa kalimat pengantar, atau pas menyapa peserta didik menggunakan bahasa Jawa.

Kedua, pendidik tetap memperhatikan jam mengajar bahasa Jawa. Jangan menyepelekan pelajaran bahasa Jawa. Apabila masih pembelajaran daring, sisipkan satu hari dalam satu minggu untuk memberi pelajaran bahasa Jawa. Misalnya untuk kelas V SD Negeri Kutowinangun 04, jadwal pembelajaran bahasa Jawa setiap hari Rabu.

Ketiga, jangan bosan memberi motivasi kepada peserta didik bahwa pelajaran bahasa Jawa itu juga penting. Masuk ke dalam nilai raport maupun nilai SKHP. Selalu tekankan bahwa nilai raport bahasa Jawa mulai dari kelas IV semester 1 sampai kelas VI digunakan untuk menentukan kelulusan. Jadi harus semangat mencapai nilai maksimal, agar nilai rata-ratanya pun ikut maksimal.

Baca juga:   Ciptakan Keaktifan Belajar Tematik melalui Pendekatan Pembelajaran Inkuiri

Keempat, pendidik harus selalu kreatif dalam mengajar. Apalagi di zaman sekarang, pendidik harus melek teknologi. Salah satunya pendidik dapat menggunakan IT dalam mengajar. Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk mengajar bahasa Jawa. Aplikasi hannan font, yang digunakan untuk menulis aksara Jawa. Untuk sekolah dasar sudah mulai ada pelajaran menulis aksara jawa, pasangan beserta sandhangannya. Aplikasi desain grafis yang berbasis photoshop, coreldraw, atau mic point untuk membuat poster ajakan mencintai bahasa Jawa. Atau membuat dongeng bahasa Jawa yang dilengkapi dengan gambar-gambar yang sesuai. Multimedia dapat digunakan untuk merekam suara ataupun video kamera. Misalnya peserta didik mendapat materi tentang sesorah (pidato bahasa Jawa), pendidik dapat memberikan contoh melalui video yang dibuat oleh pendidik tersebut, atau pendidik bisa merekam kegiatan peserta didik ketika melakukan peserta didik.

Oleh sebab itu, maka mari kita sebagai masyarakat asli Jawa, memiliki kewajiban untuk tetap melestarikan budaya Jawa khususnya bahasa Jawa. Jangan sampai budaya atau bahasa Jawa yang sudah hilang atau dinyatakan milik negara lain barulah kita peduli dan merasa memiliki. Untuk itu menjaga dari sekarang sangatlah penting agar tidak menyesal kemudian. (fbs2/lis)

Guru SDN Kutowinangun 04 Salatiga

Author

Populer

Lainnya