Pembiasaan Tiga Kata Emas Penanaman Nilai Budi Pekerti

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di sekolah Tingkat Dasar akan selalu menemui berbagai macam karakter siswa dalam berperilaku. Apalagi sekarang ini teknologi semakin berkembang. Media social, internet sangat mudah diakses oleh semua orang dari usia balita sampai manula. Belum lagi dunia game dan percakapan dalam film yang terkadang tidak sepatutnya didengar anak-anak.

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak hanya selalu berkutat seperti mengaji dan ilmu fikih serta sejarah Islam. Dalam pelajaran agama Islam pada kurikulum 13 kita wajib menyampaikan dan memberikan pendidikan berkarakter bangsa yaitu budi pekerti. Penulis melakukan pembiasaan tiga kata emas penanaman budi pekerti di SDN 04 Asemdoyong. Yakni maaf, terima kasih dan tolong.

Pada pembelajaran PABP, ditekankan pada siswa untuk berperilaku baik. Ketika anak melakukan kesalahan kita wajib menegur dengan lembut. Kita memberikan pemahaman bahwa ketika melakukan kesalahan, hal yang baik adalah meminta maaf bukan malah dengan cara yang tambah membuat orang yang disakiti makin menderita. Sebab karakter anak yang sombong dimulai ketika kita melihat perilaku mereka melakukan kesalahan akan membiarkan saja hanya karena masalah anak-anak adalah masalah biasa.

Baca juga:   Hasil Belajar Bersinar dengan Strategi Example non Example

Riwayat hadist menceritakan tentang perilaku Rasulullah SAW sebagai berikut : Aisyah radhiyallahu anhu pernah berkata terkait sifat Rasulullah, ia menjelaskan: “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban). Diharapkan siswa mampu mencontoh apa yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.

Kata maaf juga dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat: 263: “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maja Penyantun.” (QS Al-Baqarah [2]: 263).

Begitu juga kata emas yang kedua yaitu kata terima kasih. Apabila mendapatkan sesuatu pemberian dari orang lain maka dibiasakan mengucapkan kata terima kasih. Sebab dalam Islam, ucapan terima kasih tidak sekadar ucapan tetapi juga sebuah doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya. (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: “shahih”). Dalam hadits yang lain disebutkan: Barang siapa tidak berterima kasih kepada manusia, dia tidak berterima kasih kepada Allah (HR. Ahmad).

Baca juga:   Penanaman Nilai-Nilai Karakter Berbasis Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Pembiasaan berikutnya yang harus dilakukan anak didik dalam kehidupan sehari-hari yaitu kata emas tolong. Ketika hendak membutuhkan bantuan orang lain walaupun kepada anak yang lebih kecil atau lebih muda apalagi yang lebih tua hendaknya diawali dengan kata tolong. Dalam Alquran juga menjelaskan berkaitan dengan tolong menolong terdapat dalam Surat Al-Maidah Ayat 2 yang artinya “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Tiga kata emas tersebut dapat membentuk sebuah karakter siswa yang lebih bai. Maka pembiasaan mengucapakan tiga kata emas ini diharapkan akan semakin membentuk karakter kepribadian anak yang berbudi pekerti luhur. (fbs2/ton)

Guru SDN 04 Asemdoyong

Author

Populer

Lainnya