Koleksi Diksi Bangkitkan Imajinasi dalam Mencipta Puisi

spot_img

RADARSEMARANG.ID. Dalam kehidupan yang serba kompleks ini, manusia dapat menikmati segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Fenomena yang ada di sekitar kita baik berupa keindahan alam, perkembangan iptek yang kian melonjak, segala peristiwa yang disebabkan oleh alam atau manusia, semuanya dapat kita rekam melalui sebuah karya. Apa yang dirasakan, dipandang, dinikmati, dan dialami manusia dapat dicurahkan dalam bentuk tulisan. Salah satunya adalah puisi.

Menurut Herman J. Waluyo (1987) puisi merupakan bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif yang disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan batin. Hal ini berarti bahwa puisi merupakan karya sastra imajinatif hasil ungkapan perasaan penulis yang tersusun mengacu pada kaidah tertentu.
Misalnya, adanya bait, diksi, irama, sajak, dan lain-lain. Selain itu puisi juga merupakan sumber kreatif, perwujudan imajinatif, dan curahan isi hati manusia. Puisi di dalamnya sarat dengan nilai estetik.

Mengingat kaidah kebahasaan yang rumit yang harus dipenuhi dalam menyusun puisi, banyak ditemukan kasus yang makin memprihatinkan ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri. Penulis harus mampu memperkaya gaya bahasa dan diksi untuk dapat menghasilkan hasil karya yang menarik. Kemiskinan diksi seorang penulis berakibat hasil karyanya terasa hambar, kurang sedap dinikmati, dan membosankan.

Baca juga:   Memartabatkan Bahasa Indonesia di Media Luar Ruang

Metode pembelajaran yang konvensional juga merupakan penyebab siswa kurang aktif, kurang bersemangat dan cenderung membosankan, hal ini berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang maksimal. Guru harus kreatif untuk menemukan cara atau metode yang tepat guna meningkatkan pembelajaran dalam mencipta puisi.

Penulis menggunakan koleksi diksi penulis untuk mengatasi dalam membangkitkan imajinasi penulis dalam mencipta puisi. Sebelum berkarya, penulis terlebih dahulu mengumpulkan atau mengoleksi sejumlah diksi untuk bekal dalam penulisannya nanti. Penggunaan variasi bahasa yang tepat akan memperindah suatu karya. Untuk mendapatkan banyak diksi, kita harus banyak membaca buku karya orang lain. Saat kita membaca itulah kita akan menulis setiap ada diksi, kemudian interpretasikan maknanya.

Menurut Widyamartaya diksi adalah kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat suatu nuansa-nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya dan kemampuan tersebut yang sesuai dengan kehendak dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

Adapun diksi di sini memiliki beberapa fungsi, di antaranya untuk memperjelas makna, memperindah kalimat, dan menyampaikan gagasan secara tepat. Menggunakan diksi harus sesuai kebutuhan. Terlalu banyak membuat orang sulit memahami. Keterbatasan kosakata mengakibatkan orang sulit menyampaikan maksud.

Baca juga:   Asyiknya Berpantun dengan Sticky Notes pada Google Jamboard

Adapun langkah-langkah pembelajarannya dengan “Koleksi Diksi” di kelas X SMA N 1 Cepu adalah sebagai berikut, pertama kegiatan pendahuluan. Kemudian kegiatan inti antara lain siswa bergabung dengan kelompok masing-masing. Guru menyiapkan potongan kertas di setiap kelompok. Guru menganjurkan kepada siswa untuk menyusun potongan kertas yang sudah tertuliskan sejumlah diksi untuk disusun menjadi buku.

Guru membagikan berbagai macam gambar ke setiap kelompok, siswa memilih salah satu gambar sekaligus digunakan sebagai dasar untuk menentukan tema puisi. Siswa berdiskusi menyusun puisi dengan menggunakan diksi yang sudah disusun dalam buku. Hasil diskusi berupa teks puisi dipajang di madding kelas. Tiap-tiap kelompok akan berkunjung ke kelompok lain untuk menanggapi dan memberikan komentar terhadap karya puisi yang telah dibuat. Selanjutnya, kegiatan penutup.

Mencipta puisi dengan “Koleksi Diksi” berpengaruh besar untuk membangkitkan imajinasi siswa dalam mencipta puisi. Proses pembelajaran lebih efektif berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, tidak mudah jenuh, lebih konsentrasi untuk mengikuti pembelajaran, lebih percaya diri untuk menjawab pertanyaan, lebih mampu bekerja sama dalam diskusi kelompok. (fbs2/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Cepu

Author

Populer

Lainnya