Belajar Menulis Tegak Bersambung melalui Media Buku Tulis Halus

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia meliputi 4 aspek keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat aspek kemampuan berbahasa tersebut saling berkaitan erat sehingga merupakan satu kesatuan dan bersifat heraekis, artinya keterampilan berbahasa yang satu akan mendasari keterampilan berbahasa yang lain. Di sekolah pembelajaran bahasa Indonesia memang memiliki peranan yang sangat penting dibandingkan pelajaran yang lain terutama ketrampilan menulis.

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa Indonesia yang mempunyai peranan penting dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Kemampuan menulis permulaan menjadi dasar peningkatan dan perkembangan kemampuan siswa selanjutnya. Apabila kemampuan dasar ini baik dapat dipastikan hasil pembelajaranya akan lebih baik, namun sebaliknya hasil pengembangan siswa kurang baik. Untuk itu perlu adanya upaya peningkatan keterampilan menulis khususnya keterampilan tegak bersambung yang harus dilakukan oleh pendidik. Realitas di SD Negeri 1 Kadilangu untuk kelas 1 pembelajaran belum dapat merangsang keterlinatan peserta didik aktif, maka perlu alternatif model pembelajaran menggunakan media yang tepat untuk mengajar keterampilan menulis tegak bersambung pada perserta didik.

Baca juga:   Permudah Menulis Narrative Text dengan Metode Picture and Picture

Ketidakmampuan siswa dalam menulis huruf tegak bersambung atau dikatakan menulis latin, akan berakibat rendahnya prestasi belajarnya. Hal ini bisa terjadi apabila siswa kurang terampil dalam menulis tegak bersambung dan guru sebagai motivator kurang memberi motivasi siswa untuk meningkatkan minat menulis tegak bersambung, maka dapat ditebak bagaimana bentuk tulisan siswa.

Menurut Purwodarminto (1984), huruf adalah gambar bunyi bahasa dan askara. Huruf adalah tulisan yang tidak dirangkaikan. Alasan siswa diberi pelajaran menulis tegak bersambung adalah (1) tulisan sambung memudahkan siswa mengenal kata-kata sebagai satu kesatuan, (2) menulis tegak bersambung tidak memungkinkan menulis terbalik, (3) menulis tegak bersambung lebih cepat karena tidak ada gerakan berhenti tiap huruf. Menurut Siswanto (1996), kelebihan menggunakan buku tulis halus dibandingkan buku tulis lain untuk mengajarkan menulis permulaan sebagai berikut: (1) memudahkan siswa dalam menyamakan besarnya huruf dalam menulis, (2) memudahkan siswa dibandingkan dalam menulis huruf besar dan kecil, (3) membantu siswa membuat tegak tulisan (tidak miring ke kanan atau ke kiri).

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Efektif dalam Naskah Pidato melalui “Si Koko”

Berdasarkan hasil pemakaian media buku tulis halus terdapat peningkatkan aktivitas belajar dalam menulis tegak bersanbung dengan media buku tulis halus dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas 1 SD Negeri 1 Kadilangu dalam mata pelajaran bahasa Indonsia.

Guru kelas 1 SD Negeri 1 Kadilangu

Author

Populer

Lainnya