Pembelajaran Gambar Teknik dengan Metode Blended Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATA Pelajaran gambar teknik otomotif merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai siswa kelas X pada Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan. Untuk mempelajari gambar teknik otomotif, diperlukan metode pembelajaran yang inovatif, efektif dan menyenangkan, sehingga kegiatan belajar mengajar lebih mengena dan mendapatkan hasil belajar sesuai yang diharapkan. Dalam satu tahun, materi pembelajaran mata pelajaran gambar teknik terdiri atas 10 Kompetensi Dasar (KD) pengetahuan dan 10 Kompetensi Dasar (KD) Keterampilan. Penulis menerapkan pembelajaran dengan metode blended learning, agar materi yang disampaikan lebih efektif.

Blended learning pada dasarnya mengombinasikan aspek positif dari dua jenis lingkungan belajar, yaitu pembelajaran di kelas dan e-learning (Bonk dan Graham, 2006). Sesuai dengan yang dikemukakan Noord et al (2007), pembelajaran blended adalah suatu kombinasi dari berbagai modus pembelajaran daring, luring dan tatap muka (in-person learning). Mengacu pada berbagai definisi di atas, pembelajaran blended adalah pembelajaran yang memiliki karakteristik mengombinasikan strategi terbaik dari dua seting belajar tradisional (sinkron, di dalam kelas) dan daring (asinkron, di luar kelas).

Baca juga:   Pahami Akhlak Siswa Terhadap Guru dengan Metode Role Playing

Meski begitu, untuk menerapkan metode blended learning, diperlukan persiapan khusus dengan langkah-langkah yang runtut. Pertama, merumuskan capaian pembelajaran (learning outcome). Yakni, langkah awal dalam merancang sistem pembelajaran blended. Perlu diketahui, capaian pembelajaran (CP) terdiri atas beberapa level, yaitu level sekolah, level program studi dan level mata pelajaran. Capaian pembelajaran adalah pernyataan kinerja yang diharapkan dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu mata pelajaran sebagai hasil dari proses pembelajaran. Rumusan capaian pembelajaran dapat dituangkan dalam tujuan pembelajaran pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Capaian pembelajaran, menjadi dasar dalam menentukan komponen sistem pembelajaran berikutnya, di antaranya, memilih, menentukan dan mengorganisasikan materi. Memilih dan menentukan strategi pembelajaran. Memilih dan menentukan asesmen/evaluasi hasil belajar. Memonitor dan mengevaluasi keberhasilan suatu proses pembelajaran.

Kedua, memetakan dan mengorganisasikan bahan kajian atau materi pembelajaran. Yakni, upaya menentukan dan mengelompokkan materi pembelajaran ke dalam Kompetensi Dasar (KD), pokok bahasan, sub pokok bahasan, dan pokok-pokok materi sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan.

Ketiga, memilih dan menentukan aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron dalam rancangan pembelajaran blended. Langkah ini, untuk menentukan apakah capaian pada Kompetensi Dasar (KD), pokok atau sub pokok bahasan tertentu dapat dicapai melalui strategi pembelajaran asinkron atau sinkron.

Baca juga:   Microsoft Teams 365 Tingkatkan Pemahaman Proses Pembentukan Tanah dalam Pembelajaran IPA

Keempat, merancang aktivitas pembelajaran asinkron dengan mengacu pada KD dan pokok bahasan yang akan ditempuh melalui strategi pembelajaran asinkron. Merancang aktivitas pembelajaran asinkron, terdiri atas dua langkah, 1) menyusun rancangan pembelajaran asinkron, sebagai garis besar rancangan, dan 2) merangkai alur pembelajaran asinkron sebagai alur pembelajaran asinkron yang lebih rinci untuk setiap pokok materi sebagai objek belajar.

Kelima, merancang aktivitas pembelajaran sinkron dalam rancangan pembelajaran blended. Sama halnya dengan langkah keempat, mengacu pada pokok bahasan yang akan disampaikan melalui strategi pembelajaran sinkron. Langkahnya adalah merancang aktivitas pembelajaran sinkron. Merancang aktivitas pembelajaran sinkron terdiri atas dua langkah, yaitu 1) menyusun rancangan pembelajaran sinkron, sebagai garis besar rancangan, dan 2) merangkai alur pembelajaran sinkron, sebagai alur pembelajaran sinkron yang lebih rinci untuk setiap pokok materi sebagai objek belajar. (fbs1/ida)

Guru SMK 1 Sragi, Pekalongan

Author

Populer

Lainnya