PBL Mempermudah Menentukan Luas Permukaan Prisma

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Materi menentukan luas permukaan prisma pada mata pelajaran matematika kelas VIII merupakan materi esensial yang harus di ajarkan pada peserta didik. Pada kenyataannya materi ini sangat sulit di pahami oleh peserta didik khususnya kelas VIIIA di SMP Negeri 2 Boja. Hal ini disebabkan bangun prisma itu sendiri sulit dijumpai dalam kehidupan peserta didik, dibandingkan dengan bangun-bangun yang lain seperti kubus dan balok.

Kenyataan seperti ini menyebabkan rendahnnya pemahaman peserta didik ketika di minta menentukan luas permukaan prisma. Hal itu dapat di simpulkan dari 28 siswa yang mengikuti penilaian harian yang tuntas hanya 10 orang atau 35% dari KKM yang di tentukan yaitu 75. Melihat kenyataan itu maka perlu solusi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi menentukan luas permukaan prisma.

Salah satu cara yang di tempuh dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Menurut Duch (1995) PBL adalah metode pembelajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan.

Baca juga:   Pembelajaran Hitung Cepat Menggunakan Metode Jarimatika

Sedangkan menurut Supinah (2010:17) bahwa Problem Based Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang diawali dengan pemberian masalah kepada siswa dimana masalah tersebut di alami atau merupakan pengalaman sehari-hari peserta didik.

Dalam menggunakan PBL peserta didik pertama di bentuk dalam empat kelompok. Tiap kelompok terdiri dari tujuh peserta didik. Tiap kelompok di berikan soal yang berbeda. Masing-masing kelompok berdiskusi menyelesaikan soal yang telah di tentukan dalam waktu 20 menit.

Dengan menerapkan model pembelajaran PBL ternyata peserta didik menjadi lebih aktif menjawab pertannyaan dalam kelompoknya. Aktifitas pembelajaran ini sesuai sintak PBL yang megharuskan peserta didik aktif selama proses pembelajaran.

Setelah waktu yang telah di tentukan selesai setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinnya. Kelompok lain memberikan tanggapan terhadap hasil kerja temannya. Jika kelompok lain ada yang kurang kurang jelas maka boleh bertanya terhadap kelompok yang mempresentasikan. Semua anggota kelompok yang di depan harus ikut aktif memberikan jawaban. Guru bertindak sebagai fasilitator. Pada kesempatan ini guru hanya memberikan ulasan dan penguatan tentang jawaban peserta didik. Jika jawaban itu kurang tepat maka guru membetulkan atau meluruskan.

Baca juga:   Meningkatkan Resiliensi melalui Konseling Kelompok Rasional Emotif

Setelah kelompok pertama maju maka di gantikan oleh kelompok ke dua. Setelah kelompok dua mempresentasikan hasil kerja kelompoknya kelompok lain menanggapi. Demikian seterusnya sampai kelompok terakhir mempresentasikan.

Pada akhir pembelajaran guru memberikan refleksi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik yang mungkin masih belum paham terhadap bahan diskusi.

Pada pertemuan berikutnya peserta didik di berikan soal yang berbeda tentang materi cara menentukan luas permukaan prisma. Ternyata hasil pekerjaan peserta didik dari 28 peserta didik, 25 atau 89% mendapatkan nilai di atas KKM. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan pemahanan cara menentukan luas permukaaan prisma pada peserta didik kelas VIIIA di SMP Negeri 2 Boja. (dj1/lis)

Guru Matematika SMP Negeri 2 Boja

Author

Populer

Lainnya